Dark/Light Mode

Imbas Permintaan Domestik Yang Belum Kuat

Rendah, Inflasi 2020 Cuma 1,68 Persen

Senin, 4 Januari 2021 22:07 WIB
Imbas Permintaan Domestik Yang Belum Kuat Rendah, Inflasi 2020 Cuma 1,68 Persen

RM.id  Rakyat Merdeka - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada 2020 tercatat rendah. Hanya 1,68 % (yoy) dan berada di bawah kisaran sasaran 3,0±1%

Inflasi yang rendah itu dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat karena terdampak pandemi Covid-19, pasokan yang memadai, dan sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah. Baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menjaga kestabilan harga.

Berita Terkait : Di Bawah Target Pemerintah, Inflasi 2020 Hanya 1,68 Persen

"Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga inflasi di kisaran sasarannya 3,0±1% pada 2021," ujar Direktur Eksekurif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono dalam keterangannya, Senin (4/1).

IHK Desember 2020 yang terkendali, mendorong capaian inflasi tahun 2020 yang rendah. Secara bulanan, inflasi IHK pada Desember 2020 mencapai 0,45% (mtm). Angka ini meningkat dari bulan sebelumnya, yang hanya 0,28% (mtm).

Berita Terkait : PII: Indonesia Akan Dibanjiri Kendaraan Listrik

Inflasi tersebut lebih rendah dari rerata inflasi Desember lima tahun sebelumnya, sebesar 0,67% (mtm).

Berdasarkan komponennya, inflasi inti tercatat 0,05% (mtm). Relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya, sebesar 0,06% (mtm).

Berita Terkait : Ekonomi Global Mulai Pulih, BI Tahan Bunga Di Level 3,75 Persen

Sementara inflasi kelompok administered prices, terjaga rendah 0,35% (mtm). Meskipun sesuai pola musiman akhir tahun, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 0,16% (mtm).
 Selanjutnya