Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wapres Tak Ikut Vaksinasi Tahap Pertama, Ini Alasannya

Selasa, 5 Januari 2021 19:40 WIB
Wapres KH Maruf Amin. (Foto: ist)
Wapres KH Maruf Amin. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wapres, Ma’ruf Amin tidak akan menerima vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada tahap pertama vaksinasi serentak di Indonesia.

"Karena Pak Wapres berusia di atas 60 tahun, jadi beliau tidak memungkinkan untuk divaksin dengan vaksin yang ada sekarang, yang Sinovac itu," kata Masduki seperti dikutip dari Antara, Selasa (5/1).

Berita Terkait : Korsel Produksi 150 juta Vaksin Sputnik V

Ma’ruf akan menerima vaksin yang sesuai dengan kriteria usia dan kondisi kesehatannya. "Mungkin nanti di tahap berikutnya, kalau ada vaksin yang sesuai dengan kriteria kondisi Pak Wapres," katanya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi akan menjadi penerima pertama vaksin buatan Sinovac di Indonesia, yang dijadwalkan pada Rabu (13/1).

Berita Terkait : Awas, ASN Ikut Organisasi Terlarang Langsung Dipecat

Vaksin Covid-19 yang telah tersedia di Indonesia saat ini adalah buatan Sinovac dan sedang dilakukan uji klinis untuk mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (UEA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sekaligus fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), penerima vaksin Covid-19 harus berada di rentang usia 18 hingga 59 tahun. 

Berita Terkait : BPOM: Izin Penggunaan Darurat Vaksin Sinovac Masuki Tahap Penyelesaian

Selain itu, penerima vaksin tidak boleh menderita penyakit komorbit, antara lain autoimun sistemik, infeksi akut, gangguan ginjal kronis, hipertensi, gangguan jantung koroner, hipotiroid, dan kanker.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac telah tiba di Indonesia sebanyak 3 juta dosis, yang dikirimkan dalam dua tahap, yakni 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020 dan 1,8 juta dosis pada 31 Desember 2020. [DIT]