Dark/Light Mode

Dukungan Penanganan Sampah, KAI Resmikan TPST Simpel Di Bandung

Kamis, 21 Januari 2021 14:00 WIB
Peresmian TPST Simpel oleh KAI (Foto: Dok. KAI)
Peresmian TPST Simpel oleh KAI (Foto: Dok. KAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meresmikan Bank Sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Simpangsari Peduli Lingkungan (Simpel) di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (20/1). Peresmian tersebut KAI lakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung. TPST ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) KAI. Pada Desember 2020, KAI menyerahkan bantuan untuk pengembangan TPST Simpel ini sebesar Rp 100 juta.

“Program ini sebagai wujud dukungan KAI kepada pemerintah dalam penanganan sampah. Kami tidak berhenti di peresmian saja, namun akan tetap melakukan pembinaan kepada RW 01 Kelurahan Sukamiskin dalam pengelolaan sampah,” ujar VP Corporate Social Responsibility KAI Agus Setijono, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (21/1).

Peresmian dilakukan dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita oleh Agus Setijono dan disaksikan Kepala Bidang DLHK Kota Bandung Sopyan, Lurah Sukamiskin Farida, Ketua RW 01 Wawan Setiawan, dan warga RW 01 Kelurahan Sukamiskin.

Berita Terkait : Mamuju Diguncang Gempa, BNI Serahkan Bantuan Untuk Korban

Kepala Bidang DLHK Kota Bandung Sopyan berterima kasih ke KAI yang telah mendukung warga dalam pengelolaan sampah. Sehingga sampah yang berasal dari rumah tangga dapat diolah dengan baik dan dapat dimanfaatkan kembali.

Ketua RW 01 sekaligus Sekretaris Pengelolaan TPST Simpel Wawan Setiawan juga mengucapkan terima kasih kepada KAI yang sudah membantu warga RW 01 dalam pengembangan tempat pengelolaan sampah. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami selaku warga RW 01 Kelurahan Sukamiskin,” ucap Wawan.

TPST Simpel menggunakan metode maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai media penghancur sampah organik. Untuk saat ini, metode maggot dianggap menjadi solusi yang paling baik karena memiliki keunggulan dalam pengelolaan sampah organik. Di antaranya mampu menghasilkan pupuk dari kotoran maggot, tidak berbau, dan maggot tersebut bisa digunakan sebagai pakan ternak.

Berita Terkait : Dukung Ketahanan Pangan Nasional, BNI Gelar Program Smartfarming Di 5 Provinsi

Setelah bank sampah ini dikembangkan, area pengolahan sampah lebih tertata rapi. Seperti ada ruang produksi, ruang maggot, dan ruang kesekretariatan yang akan digunakan sebagai ruangan untuk edukasi khususnya untuk usia dini untuk melatih kepedulian sampah. Ke depan KAI juga berencana akan menjadikan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berada di daerah tersebut menjadi mitra binaan KAI.

“KAI sangat concern terhadap bank sampah karena saat ini sampah menjadi isu nasional. KAI menganggap keberadaan bank sampah ini sangat penting khususnya dalam solusi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Agus.

Di 2021, KAI juga akan mengelola sampah Stasiun Bandung sebagai pilot project menggunakan BSF untuk sampah organik. Sedangkan sampah non organik yang bukan bahan berbahaya dan beracun (B3) akan diolah menjadi kreasi yang memiliki nilai ekonomis seperti dompet, vas bunga, media tanam aquaponik, lukisan, dan lainnya.

Baca Juga : Jokowi: Ayo Manfaatkan, Kita Punya Kesempatan Besar

Program pengelolaan sampah ini sesuai dengan arahan Kementerian BUMN untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tentang Penanganan Perubahan Iklim, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. “Kami harap bantuan kepada TPST Simpel dalam program pengelolaan sampah tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan bagi masyarakat sekitar,” tutup Agus. [USU]