Dark/Light Mode

Dukung Pemerintah Tangani Pandemi, Unilever Siap Bantu Kelancaran Distribusi Vaksin

Senin, 18 Januari 2021 20:45 WIB
Petugas dari Bio Farma saat menerima vaksin Covid-19/Ilustrasi. (Foto: Setneg)
Petugas dari Bio Farma saat menerima vaksin Covid-19/Ilustrasi. (Foto: Setneg)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan menggandeng pihak swasta untuk mendistribusikan rantai dingin vaksin Covid-19. Salah satu perusahaan yang dilibatkan yakni PT Unilever Indonesia Tbk. Sebab, Unilever memiliki ekspertis rantai pasok yang sesuai dengan kebutuhan. Unilever memiliki salah satu lini bisnis es krim, sehingga berpengalaman dalam hal jaringan penyimpanan mesin pendingin hingga ke daerah.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menyampaikan, perusahaan sudah bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terkait rencana distribusi vaksin. Dalam pertemuan itu, pihaknya bercerita mengenai pengalaman serta ekspertis yang dimiliki Unilever. 

“Kami sudah bertemu dengan Bapak Menkes dan menyampaikan bahwa kami siap mendukung upaya-upaya untuk mengatasi pandemi. Khususnya terkait pelaksanaan program vaksinasi ke depannya," ujar Ira, Senin (18/1). “Saat ini detail mengenai kolaborasi tengah didiskusikan,” tambahnya.

Berita Terkait : KPK Siap Jalani Vaksinasi Corona

Ira menjelaskan, hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk selalu mendukung dan berkolaborasi dengan pemerintah menghadapi berbagai tantangan. Termasuk upaya penanganan Covid-19 yang hingga hari ini masih menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia. 

“Seperti yang telah kami jalankan sejak awal pandemi dan sejak awal kami beroperasi, kami siap memberikan dukungan demi kebaikan bersama. Semoga komitmen kami ini menjadi pendorong berbagai pihak agar turut memberikan dukungan sehingga Indonesia semakin kuat dan segera bangkit," ucap Ira. 

Sejak awal pandemi, Unilever Indonesia mendukung upaya penanganan Covid-19 dalam berbagai bentuk. Termasuk penyediaan puluhan ribu test kit, alat dan produk sanitasi untuk masyarakat, serta alat pelindung diri (APD) dan paket makanan untuk nakes.

Berita Terkait : Menkes BGS Dan Sejumlah Tokoh Ikut Divaksin Bareng Jokowi

Budi Gunadi menjelaskan, pemerintah menggandeng pihak swasta untuk kerja sama distribusi rantai dingin vaksin Covid-19 demi mengatasi kendala distribusi dan kapasitas penyimpanan vaksin yang terjadi di daerah. Menurut Budi, ada sejumlah perusahaan besar yang memiliki kemampuan jalur distribusi dingin dalam program vaksinasi Covid-19. Unilever dipandang sudah memiliki pengalaman panjang dalam rantai distribusi dingin.  

Budi mengatakan, kendala distribusi jalur dingin ini diketahui saat penyaluran 1,2 juta dosis vaksin Sinovac ke daerah-daerah. Dia menyebut, sempat ada kendala di delapan provinsi lantaran kapasitas penyimpanan dinginnya tidak memadai untuk program vaksinasi Covid-19.

Menurut Budi, semua Dinas Kesehatan sebenarnya memiliki penyimpanan dingin. Namun, tempat penyimpanan itu juga terisi dengan barang lain, seperti vaksin-vaksin selain vaksin Covid-19 dan reagen.

Berita Terkait : Perawat Tanpa STR Boleh Tangani Pasien Covid-19

Solusi lainnya, kata Budi, adalah dengan menerapkan strategi reverse logistic. Ia mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah ahli supply chain terkait hal ini. Strategi ini dilakukan dengan cara menyimpan vaksin di 70-80 titik, bukan langsung disalurkan ke sekitar 20 ribu Puskesmas yang ada di Tanah Air.

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac harus disimpan di tempat bersuhu 2-8 derajat celcius. Budi menyampaikan, lebih mudah bagi pemerintah mengontrol 70-80 titik penyimpanan ketimbang menyiapkan sistem suhu dingin di 20 ribu Puskesmas. [USU]