Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
CT Nanya Ke Menko Marves
Kok Luhut Lagi...Luhut Lagi, Kok China Lagi...China Lagi
Jumat, 26 Februari 2021 06:40 WIB
Sebelumnya
Beberapa kriteria ketat yang dipersyarakatkan ke China antara lain, soal teknologi. “Harus first class technologi dan ramah lingkungan,” imbuh Luhut. Kedua, investasinya harus B to B bukan G to G, untuk menghindari jebakan hutang atau debt trap. Pensiunan jenderal TNI ini bilang, semua aturan itu diikuti oleh China.
“Saya lapor presiden. Ya Pak Luhut, go a head. Ya, bos saya bilang go a head, saya...,” kata Luhut, lalu disela CT. “Hajar...ha-ha-ha”. “Hajar aja,” timpal Luhut lagi.
Luhut membantah tudingan teknologi yang dipakai China, adalah kelas 2. Termasuk membantah rumor investasi China yang membuat utang Indonesia bertumpuk. Semua deal investasi dengan China, sebutnya, dilakukan dengan profesional.
Baca juga : Luhut Diserang Lawan: China Lagi, China Lagi
Satu pertanyaan terakhir CT di ujung diskusi adalah soal 4L. “Pernah dengar gak pak,” tanya CT. “Gak pernah dengar saya,” respons Luhut. “Jadi, (4L) itu Luhut lagi, Luhut lagi,” seloroh CT, sontak Luhut ketawa.
Luhut menolak julukan 4L itu. Kesan 4L itu muncul karena ia kerapkali mengerjakan segala sesuatu secara holistik dan terintegrasi.
“Karena kalau tidak holistik dan tidak terintegrasi pasti tidak akan tuntas,” ucapnya. Sehingga kerjaannya bersinggungan dengan banyak kementerian. Baik kementerian di bawah koordinasi Kemenko Marves, maupun bukan.
Baca juga : Hadapi Tesla, Luhut Sabar
Ia mencontohkan pembangunan jalan tol, yang merupakan domain Kementerian PUPR, di bawah koordinasi Kemenko Marves.
“Jalan tol pasti ada urusannya dengan Menteri ATR dan kemana lagi itu. Jadi sebenarnya tidak benar juga. Mungkin karena saya kerja banyak. Tapi yang penting tugas pokok saya diperintahkan presiden, saya selesaikan,” jawabnya, enteng.
Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron mengaku tidak masalah dengan besarnya investasi asing, khususnya China yang masuk ke Tanah Air. Asalkan, pemerintah mampu menyaring investasi yang baik dan tidak berakhir petaka bagi Indonesia.
Baca juga : Pelaku Perusahaan Angkutan Laut Nasional Harus Dilindungi
“Sederas-derasnya investasi masuk, kita welcome. Asalkan kita tidak tunduk patuh pada negara kreditur,” kata Herman, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya