Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah menguat berturut-turut, rupiah pagi ini dibuka loyo. Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,07 persen ke level Rp 14.440 per dolar AS, dibandingkan perdagangan kemarin sore di level Rp 14.430 per dolar AS.
Mata uang Garuda melemah bersama beberapa mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,01 persen, dolar Taiwan minus 0,03 persen, won Korea Selatan turun 0,16 persen, yuan China anjlok 0,04 persen, dan bath Thailand terpantau turun 0,01 persen.
Baca juga : Sambut Mayday, Buruh Apresiasi Pemulihan Ekonomi Nasional
Indeks Dolar AS terhadap keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,36 persen ke level 91,257. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,02 persen ke level Rp 17.286, terhadap poundsterling Inggris turun 0,14 persen ke level Rp 20.001 dan terhadap dolar Australia juga minus 0,29 persen ke level Rp 11.123.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, rilis data pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2021 hari ini oleh Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan menjadi sentimen penggerak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, Ibrahim bilang, tantangan pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 masih sangat tinggi.
Baca juga : Dito: Ekonomi Bakal Rebound
"Berbagai risiko pandemi tersebut akan mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi tahun ini dan tahun depan, yang dilandasi oleh faktor eksternal maupun domestik," katanya dalam riset, Rabu (5/5).
Itu sebabnya, pemerintah akan terus memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna untuk menekan laju penyebaran Covid-19, di samping vaksinasi terhadap semua warga negara.
Baca juga : Pengamat: Kinerja Mentan Selamatkan Perekonomian Nasional
Dengan terus ditekannya wabah Covid-19, kata Ibrahim, ada harapan besar pandemi akan kembali menurun dan masyarakat bisa beraktivitas kembali secara normal. Dan ini perlu ada kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, untuk menanggulanginya secara bersama-sama.
“Rupiah sepanjang hari ini kemungkinan masih akan berfluktuasi, tetapi bakal ditutup menguat di rentang Rp 14.410-Rp 14.450 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya