Dark/Light Mode

ASDP Bidik Dana IPO Rp 3 Triliun

Di Mata Investor, Bisnis Penyeberangan Seksi...

Selasa, 27 Juli 2021 05:21 WIB
Ilustrasi kapal layanan Merak-Bakauheni yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Foto: Dok. ASDP)
Ilustrasi kapal layanan Merak-Bakauheni yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (Foto: Dok. ASDP)

 Sebelumnya 
“Kami harapkan dengan listing saham perusahaan teknologi dan IPO saham perusahaan besar, maka akan membantu menarik minat investor asing kembali ke Indonesia,” tutur Silva dalam konferensi pers, Kamis (21/7).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku sedang mempersiapkan 10 sampai 15 perusahaan untuk melakukan IPO. Antara lain, Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina Hulu, Pertamina Hilir, Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLN, Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Vaksin Bio Farma, LinkAja, Pupuk Kali­mantan Timur, Mitratel, Telkom Data Center, hingga tiga perusa­haan dari Grup MIND ID.

Baca juga : PPKM Darurat, Menperin Ajak Industri Bantu Penanganan Corona

“Kami ingin unlock value semua perusahaan BUMN. Seperti menjadikan Pertamina hundred billion company dengan meng-go public-kan sub-sub holdingnya. Ada yang tahun depan, ada juga beberapa (yang IPO) tahun ini,” ungkap Erick, di acara Investor Daily Closing Remarks, Kamis (15/7).

Bahkan, pihaknya juga men­dorong agar holding rumah sakit BUMN, Indonesia Healthcare Corporation (IHC) yang saat ini memiliki lebih dari 70 rumah sakit BUMN untuk melantai ke bursa saham.

Baca juga : Menhub Tawarkan Investor Garap Pelabuhan Anggrek

“Dengan penggabungan terse­but diperkirakan akan mening­katkan valuasi rumah sakit milik BUMN,” katanya.

Termasuk, IPO Pupuk Kali­mantan Timur agar bisa mengedepankan tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan bisa bersaing terutama di pasar non subsidi

Baca juga : Dubes RI Untuk China Paparkan Kebijakan Investasi Dan Pertambangan

Begitu juga BUMN lainnya yang berpotensi mencatatkan saham di bursa, yakni Telkom Grup Data Center dan Mitrarel yang memiliki valuasi sebesar Rp 310 triliun.

“Saya targetkan harus naik, kalau saat masa kejayaan men­capai Rp 400 triliun, sekarang harus lebih besar dari Rp 400 triliun,” tegasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.