Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diskriminasi Sawit, Eropa Bisa Rugi
Indonesia Mampu Olah CPO Untuk BBM Dalam Negeri
Senin, 6 Mei 2019 14:59 WIB
Sebelumnya
Senada, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai, penyerapan biodiesel di dalam negeri menjadi salah satu strategi mengalihkan pasar di tengah diskriminasi produk sawit oleh Uni Eropa.
"Sekarang ini yang paling dekat itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri ya. Pemerintah juga mendukung penggunaan biodiesel kedepannya diharapkan mendorong terus, salah satunya untuk menggunakan B30 atau B50 misalnya," kata Lakshmi.
Baca juga : Dubes Jepang: Indonesia Makin Matang Dalam Berdemokrasi
Ditegaskan, Sawit itu sangat potensial untuk industri sehingga Indonesia nggak perlu terlalu khawatir terhadap upaya Eropa yang menghalangi ekspor bahan bakar nabati berbahan dasar sawit ke kawasan negara tersebut. Pasalnya, pemanfaatan di dalam negeri bisa lebih karena CPO akan diserap untuk biodiesel.
Peta jalan penggunaan biodiesel sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan Dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Sebagai Bahan Bakar Lain.
Baca juga : Belgia Vs Rusia, Lukaku Masih Luka
Implementasi penggunaan biodiesel 30 persen akan dilakukan secara publik pada Januari 2020 setelah uji coba "road test" setesai pada Oktober mendatang.
Sebelumnya, pemanfaatan B30 sudah dilakukan terlebih dahulu di sektor pembangkit listrik sejak Januari 2016. Sedangkan mandatori B20, penyerapan biodiesel di dalam negeri sudah sebesar 1,2 juta ton, yakni 552 ribu ton pada Januari 2019 dan 648 ribu ton pada Februari 2019.
Baca juga : Luncurkan Pelatihan Bahasa Untuk Guru di Kampung Pare
Serapan biodiesel hingga akhir tahun ini ditargetkan sebesar 6,2 juta kiloliter atau setara 5,4 juta ton CPO. "Untuk berproses kita bisa buka pasar baru, kalau mau langsung ya dari regulasinya saja dinaikkan," tukas Lakshmi. (JAR)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya