Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bos Apindo Sambut Baik Tax Amnesty Jilid 2

Awas, Dimanfaatkan Untuk Kejahatan Pencucian Uang

Minggu, 3 Oktober 2021 06:30 WIB
ilustrasi tax amnesty. (Foto: iStockphoto/designer491).
ilustrasi tax amnesty. (Foto: iStockphoto/designer491).

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik rencana Pemerintah menyelenggarakan kembali Program Pengampunan Pajak alias Tax Amnesty jilid 2. Kebijakan ini bisa dimanfaatkan pelaku usaha yang pencatatan pajaknya belum baik.

Ketua Umum Apindo Hari­yadi Sukamdani menilai, tidak ada yang salah dengan hadirnya kembali Tax Amnesty.

“Bagus-bagus saja kok. Ini kan membantu wajib pajak yang pencatatannya kurang baik atau tercecer di Tax Amnesty Jilid 1 kemarin,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (1/10).

Berita Terkait : Buntut Taruna Tewas, Kemenhub Nonaktifkan Dua Pejabat PIP Semarang

Selain itu, lanjut Hariyadi, Tax Amnesty Jilid 2 ini akan mem­berikan dua manfaat bagi Pemerintah yaitu memperbaiki data wajib pajak dan menemukan basis data wajib pajak baru.

Bos Sahid Group ini memas­tikan untuk pengusaha yang tergabung dalam jaringan Apindo hampir semuanya sudah mengikuti program Tax Am­nesty Jilid 1.

“Gengnya Apindo sih sudah semua ya. Saya dulu yang kejar-kejar biar semua bisa ikut di Tax Amnesty Jilid 1. Nah, yang ini jujur kami nggak tahu siapa yang dikejar Pemerintah untuk ikut Tax Amnesty Jilid 2,” ujarnya.

Berita Terkait : Aturan Ganjil Genap Hanya Untuk Kendaraan Luar Kota

Hariyadi mewanti-wanti Pe­merintah agar waspada dalam menggelar Tax Amnesty Jilid 2. Jangan sampai kebijakan itu di­manfaatkan oknum tertentu untuk praktik kejahatan seperti pencu­cian uang dan tindakan yang melanggar hukum lainnya.

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani juga menyambut positif. Baginya, Tax Amnesty menjadi sebuah alternatif kebijakan yang layak untuk diteruskan.

Apalagi di tengah upaya re­bound pasca pandemi Covid-19.L ikuiditas yang semakin banyak mengalir di masyarakat dibutuhkan untuk menggerakan ekonomi.

Berita Terkait : Dubes Belanda Lambert Grijns, Bicara Soal Atasi Stunting Dan Pernikahan Dini

“Tax Amnesty bisa menjadi salah satu jalan aliran likuiditas tersebut. Dengan persiapan yang lebih matang, Tax Amnesty jilid 2 akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal,” ujarnya.

Ajib memaklumi kebijakan Pengampunan Pajak selalu menu­ai pro dan kontra karena dianggap tidak adil. Karena pada prinsip­nya, kebijakan pengampunan ini diperuntukkan untuk orang yang salah, tidak membayar pajak, kemudian mendapat fasilitas. Dengan begitu, wajib pajak yang sebelumnya merasa patuh akan merasa rugi dan tidak adil.

Untuk diketahui, program Tax Amnesty Jilid 2 ini terungkap dalam Rancangan Undang-Un­dang Perpajakan yang disepakati dalam Rapat Kerja antara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Komisi XI DPR, di Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (30/9).
 Selanjutnya