Click Here

Dark/Light Mode

Proaktif Sampaikan Kesiapan

Waskita Karya Bidik Proyek Ibu Kota Baru

Selasa, 12 Oktober 2021 06:50 WIB
PT. Waskita Karya. (Foto: Istimewa)
PT. Waskita Karya. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana ikut terlibat menggarap proyek infrastruktur pembangunan Ibu Kota baru. Program tersebut telah dimasukkan dalam rencana jangka menengah perusahaan.

Direktur Operasi III Waskita Gunadi mengatakan, saat ini proyek Ibu Kota baru ini masih dalam proses perencanaan. Na­mun begitu, pihaknya proaktif dalam berpartisipasi program pemerintah tersebut.

“Kami rencananya akan ikut andil, khususnya dalam proyek-proyek infrastruktur dasar,” jelas­nya dalam Public Expose Waskita Karya secara virtual, Jumat (8/10).

Gunadi melanjutkan, rencana keterlibatan emiten berkode saham WSKT ini dalam pembangunan Ibu Kota baru juga men­jadi salah satu rencana program jangka menengah perusahaan. Rencana jangka menengah lain­nya yaitu, restrukturisasi utang, divestasi ruas tol sebanyak em­pat ruas di 2022.

Berita Terkait : Pemprov Jateng Siapkan Tempat Khusus Untuk Karantina Atlet PON Papua

Selain terlibat pembangunan ibu kota baru, Waskita sedang mempersiapkan right issue ta­hun depan, dalam rangka peneri­maan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp 3 triliun.

“Kami juga sedang persiapan IPO (Initial Public Offering) anak usaha paling cepat di 2023. Ditambah rencana pengembangan bisnis anak usaha terkait penyewaan alat berat,” tuturnya.

Direktur Utama (Dirut) Waskita Karya Destiawan Soewardjono menambahkan, rencana aktif dalam pembangunan Ibu Kota baru ini kemungkinan bisa dimulai tahun depan. Untuk itu, sejak dini pihaknya memper­siapkan segala sesuatunya.

“Draft Undang-Undang Ibu Kota baru sudah disampaikan Pemerintah kepada DPR. Asumsi kami, hal itu bisa rampung akhir tahun ini,” terang Destiawan di kesempatan yang sama.

Berita Terkait : Waskita Karya Siap Garap Ibu Kota Baru Hingga Tuntaskan Utang Jumbo

Destiawan mengatakan, program jangka menengah yang masih terus dilakukan Waskita, yakni restrukturisasi utang anak usaha yang ditargetkan selesai paling lambat pada awal 2022.

“Total utang pada anak usaha mencapai Rp 20,42 triliun dan sudah direstrukturisasi Rp 16,62 triliun. Penyelesaian restrukturi­sasi anak usaha mudah-mudahan bisa diselesaikan dengan baik,” rincinya.

Untuk divestasi tol, ia menar­getkan empat ruas tol bisa disele­saikan tahun 2022. Waskita memi­liki 16 ruas tol. Dari jumlah itu, tiga ruas sudah selesai disvestasi. Yakni, ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Semarang-Batang, dan Cinere-Serpong.

“Kalau ini (divestasi) bisa diselesaikan lebih cepat, akan lebih cepat juga mengurangi beban bunga Waskita Karya,” imbuhnya.

Berita Terkait : Kiai Said 3 Periode Menuai Perlawanan

Associate Director BUMN Research Group LM (Lembaga Management) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indone­sia (UI) Toto Pranoto mengapre­siasi langkah Waskita yang tetap optimistis meski tengah dililit utang. Upaya Waskita yang terus menggarap berbagai proyek baik di dalam maupun di luar negeri, diharapkan mampu menolong kinerja keuangan perusahaan yang sedang tidak baik.
 Selanjutnya