Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
International Talk 2022, UNAS Serukan Rusia-Ukraina Berdamai
Jumat, 25 Februari 2022 20:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Para ilmuwan bersama masyarakat Indonesia menyerukan agar Rusia dan Ukraina mengambil jalan perdamaian. Hal ini, disampaikan dalam diskusi "International Talk 2022" yang digelar oleh Universitas Nasional (UNAS) yang bertema "Rusia dan Ukraina: Mendorong ke Arah Jalan Perdamaian". Yang dihadiri Guru Besar Ilmu Politik Unas Prof. Dr. Maswadi Rauf, M.A., Pemerhati Politik Internasional Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, M.E., Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Dr. Vasyl Hamianin, dan Pakar Rusia dari UI Dr. Ahmad Fahrurodji.
Penggagas diskusi "International Talk 2022" Dr. Robi Nurhadi mengatakan bahwa situasi Rusia dan Ukraina masih bisa kembali ke garis perdamaian dengan tiga hal. Pertama, kembali ke Memorandum Minsk tahun 2014 yang ditandatangani Rusia-Ukraina dengan melibatkan OSCE, Perancis, Jerman. Kedua, kedepankan diplomasi perdamaian ‘ala Slavia’ (po-slavianski) yang lebih kekeluargaan. Ketiga, normalisasi masalah kemerdekaan Region Luhansk dan Donetsk yang berbatasan dengan Rusia. “Dengan demikian, konflik yang berawal dari peristiwa Lapangan Maidan di Kyiv tersebut akan menemukan solusi perdamaian yang bisa diterima kedua-belah pihak,” ujar Robi pada International Talk 2022, Kamis (24/2).
Baca juga : Ini Alasan Serangan Rusia Ke Ukraina Bisa Picu Perang Dunia Ketiga
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Dr. Vasyl Hamianin menyatakan bahwa ia dan segenap masyarakat Ukraina akan terus berjuang menjaga dan mempertahankan negaranya. Melalui kesempatan itu, Ia mengingatkan kepada Rusia bahwa jika perang berlangsung konsekuensinya akan banyak menelan banyak korban dan konflik bersenjata dapat merugikan kedua belah pihak.
Ia pun meminta kepada Indonesia dan negara-negara lain untuk mendukung kedaulatan serta integritas teritorial Ukraina. “Sekali lagi kami menyerukan kepada Indonesia dan negara-negara di dunia untuk mendukung kami dalam kebebasan dan masa depan kami,” ujar Vasyl.
Baca juga : Komisi I DPR Dorong Indonesia Jadi Juru Damai Rusia-Ukraina
Pakar Rusia dari Universitas Indonesia Dr. Ahmad Fahrurodji mengatakan bahwa upaya mencari jalan perdamaian dalam konflik antara Rusia dan Ukraina perlu dilakukan dengan pendekatan kultural. “Selain itu, penyelesaian juga dapat melalui ranah diplomasi dengan penyelesaian konflik kekeluargaan karena bangsa Rusia dan Ukraina merupakan satu keturunan (ala ‘slavia) atau ala Slavia Timur,” kata Ahmad.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerhati Politik Internasional Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, M.E. mengatakan bahwa ia percaya Rusia dan Ukraina tidak menghendaki konflik senjata karena masih ada jalur diplomasi yang masih bisa menjadi jalan perdamaian. Namun, adanya provokasi dari negara-negara lain menjadikan ketegangan antar kedua negara menjadi memanas.
Baca juga : Jepang Kutuk Serangan Rusia Di Ukraina
Ia menambahkan bahwa perlu ada pihak yang mampu menjembatani konflik ini sehingga tidak memicu hal-hal yang tidak diinginkan. Ia pun meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap dengan menegakkan prinsip-prinsip universal, menegakkan prinsip-prinsip non agresi, menegakkan prinsip-prinsip penghormatan kepada wilayah integritas sebuah bangsa dan kedaulatan serta prinsip-prinsip kemerdekaan.
“Indonesia tidak mengambil sikap dengan membela satu pihak, karena kedua negara merupakan negara sahabat namun sikap yang diambil perlu berdasarkan nilai-nilai universal tersebut. Dan sebagai negara sahabat dari keduanya, Indonesia berkepentingan menjembatani keduanya melalui proses diplomasi jalan yang damai. Indonesia saya yakin memiliki kewibawaan untuk mengajak keduanya berunding, sehingga perdamaian dunia akan terwujud,” tambahnya. [ARM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya