Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi: Implementasi Pancasila Jadi Kunci Utama Dalam Penanganan Pandemi

Senin, 17 Januari 2022 19:51 WIB
Presiden Jokowi (kedua kiri) di acara Dies Natalis Ke-67 Universitas Katolik Parahyangan, di Bandung, Jawa Barat, Senin (17/1). (Foto: Dok. Setkab)
Presiden Jokowi (kedua kiri) di acara Dies Natalis Ke-67 Universitas Katolik Parahyangan, di Bandung, Jawa Barat, Senin (17/1). (Foto: Dok. Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menyampaikan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila berupa gotong royong seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat berpidato pada Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Pusat Pembelajaran Arntz-Geise (PPAG) Unpar, Bandung,  Jawa Barat, Senin (17/1).

“Saya lihat betul implementasi dari Pancasila itu ada, masih kuat sekali kegotongroyongan kita. Itu yang tidak dimiliki oleh negara lain. Banyak yang kaget kenapa Indonesia bisa tahu-tahu turun dari 56 ribu (kasus harian) ke hanya angka 100-an," ujar Jokowi

Berita Terkait : Dua Tersangka Jadi Saksi Buat Rahmat Effendi, Dicecar Soal Lahan Pembangunan Polder

Jokowi mengatakan, kuncinya adalah semuanya bergerak, pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi-organisasi rakyat, perangkat yang sampai ke bawah, semuanya.

Tak hanya itu, semangat gotong royong juga terlihat hingga ke masyarakat yang saling bantu dalam menghadapi pandemi.

“Kita memiliki yang namanya gotong royong, Pancasila kita ada di situ. Negara besar tidak memiliki rakyat di desa, RW atau RT mau memberikan rumahnya untuk isolasi, untuk karantina. Yang berpunya mau memberikan sembako kepada kesusahan di saat pandemi,” ujar Jokowi.

Berita Terkait : Dukung Sepak Bola Nasional, Garuda Indonesia Jalin Kerja Sama Dengan Liga Indonesia Baru

Dalam menghadapi pandemi, Jokowi mengatakan pemerintah juga terus mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi. Total dosis vaksinasi Covid-19 secara nasional telah mencapai 297,5 juta dosis dan saat ini 30 provinsi telah mencapai target vaksinasi di atas 70 persen.

Jokowi menegaskan, capaian tersebut bukanlah sesuatu yang mudah terutama mengingat tantangan geografis yang dimiliki oleh Indonesia.

“Menyuntikkan 297 juta kali ke 17 ribu pulau, 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, bukan hal yang mudah. Ada yang harus naik perahu, ada harus naik sepeda motor untuk naik ke gunung, bukan barang yang mudah," ujar Jokowi.

Berita Terkait : Jokowi: Meski Belum Juara, Saya Dan Seluruh Rakyat Indonesia Bangga

Jokowi sangat mengapresiasi TNI dan Polri yang memberikan dukungan penuh dalam rangka vaksinasi ini. "Kita ini vaksinasinya nomor 4 di dunia setelah Cina, Brazil, Amerika,” ujarnya. [SRI]