Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rapor Penanganan Covid Ciamik

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melewati Korsel Dan China

Selasa, 10 Mei 2022 07:40 WIB
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan, hingga hari ini kondisi dan situasi pandemi Covid-19 berada dalam kondisi yang begitu baik. Imbasnya, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,01 persen selama Januari-Maret 2022.

Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luar Jawa-Bali Airlangga Hartarto mengungkapkan, capaian ini lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara lain, seperti China dan Korea Selatan (Korsel).

Berita Terkait : Presiden Berikan Enam Arahan Soal Covid-19 Dan Ekonomi Di Paripurna

“(Pertumbuhan ekonomi) Ini di atas beberapa negara lain China dan Korea Selatan,” ujarnya, dalam konferensi pers usai rapat terbatas (ratas) evaluasi PPKM di Jakarta, kemarin.

China hanya mampu tumbuh 4,8 persen pada periode tersebut. Korea Selatan tumbuh 3,1 persen, Amerika Serikat 3,6 persen, Singapura 3,4 persen dan Taiwan 3,1 persen. Sementara Vietnam, sama dengan Indonesia, yakni 5 persen.

Berita Terkait : Tumbuh 5 Persen, BI: Ekonomi Indonesia Terus Membaik

Hal ini, kata Airlangga, juga tak lepas dari pertumbuhan positif dari lapangan usaha, khususnya transportasi dan pergudangan. Yang sebelumnya negatif, kini mampu tumbuh hingga 15,79 persen dan andil 4,62 persen.

Dari segi pengeluaran juga terlihat gambaran yang positif. Kenaikan harga komoditas internasional, kata Menko Bidang Perekonomian itu, memberikan dampak positif bagi ekspor Indonesia.

Berita Terkait : Kembalikan Kebugaran Fisik, Tim Indonesia Gelar Latihan Ringan

Membaiknya ekonomi juga ditandai dengan peningkatan aktivitas masyarakat seiring dengan semakin rendahnya penyebaran kasus Covid-19.

Bahkan Google Mobility Indeks menunjukkan pergerakan masyarakat tertinggi sepanjang pandemi Covid-19. Ini memberikan dampak positif terhadap konsumsi rumah tangga dan investasi.
 Selanjutnya