Dark/Light Mode

ASEAN-China Promosikan Cara Hadapi Pandemi Dengan One Health

Senin, 16 Mei 2022 12:28 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: ist)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pertemuan menteri kesehatan se-ASEAN bersama menteri kesehatan China telah mempromosikan pendekatan One Health dalam menghadapi wabah penyakit.

Menurut dia, selama 19 tahun, ASEAN dan China telah menghadapi beberapa wabah yang disebabkan oleh penyakit zoonosis, seperti Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) dan flu burung (H5N1) pada tahun 2003, serta SARS-CoV-2 pada 2019. 

Untuk menghadapi wabah lain yang berpotensi menyebabkan pandemi, kata dia, sangat penting untuk mempromosikan One Health dalam mengatasi akar penyebab pandemi. Hal ini untuk mendeteksi dan mengurangi ancaman dan wabah zoonosis dengan lebih baik.

“Kita setuju dengan MoU meng-cover kegiatan-kegiatan ASEAN dan China. Pada intinya tetap fokusnya ke cara kita mencegah pandemi ke depannya tapi lebih banyak ke konsep One Health,” katanya pada Konferensi Pers di Akhir Pertemuan Menteri Kesehatan se-ASEAN ke-15 (15th AHMM) di Bali, Minggu (15/5).

Baca juga : Presiden Pake Jurus Hadapi Pandemi Covid

Hampir semua pandemi itu, lanjut Menkes, virus, bakteri, atau parasitnya loncat dari hewan ke manusia. Seperti halnya virus flu burung dari unggas ke manusia. Untuk mencegah terjadinya pandemi kita harus memonitor ekosistem hewannya supaya jangan sampai virusnya loncat. 

“Kalaupun virusnya loncat yang tadinya menular hanya di antara hewan kemudian pindah dari hewan ke manusia itu harus dideteksi lebih dini lagi,” tuturnya.

Selain itu, dalam forum pertemuan Menkes se-ASEAN dan China, dibahas komitmen Indonesia untuk mempromosikan pendekatan One Health antara lain dengan memperkuat kapasitas daerah dalam menerapkan pendekatan One Health.

“Saya ingin mengusulkan pembagian informasi dan pengawasan yang lebih ketat pada hewan di antara negara anggota ASEAN dan China,” ucap Menkes.

Baca juga : Semakin Aman, AHM OIL Hadir dengan Kemasan Baru

Pengoptimalan harus melibatkan data besar, kecerdasan buatan, dan internet untuk memungkinkan surveilans global terintegrasi secara real-time terhadap penyakit manusia, hewan dan tumbuhan.

Tak hanya itu, pemerintah harus mengembangkan pusat dan jaringan penelitian regional. Seperti yang pernah dialami selama pandemi Covid-19, yakni data genom global yang dipelajari oleh para peneliti telah memungkinkan penemuan dan pengembangan vaksin dan menyelamatkan nyawa.

Pemerintah juga harus membangun manufaktur lokal penanggulangan medis di ASEAN dengan memanfaatkan keahlian dan pengetahuan China. Semua upaya ini, kata Menkes, akan membutuhkan personel yang berkinerja tinggi di One Health.

Oleh karena itu, perlu membangun kapasitas personel yang bekerja di area One Health dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperbarui untuk menerapkan pendekatan One Health di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga : Kanselir Jerman Ogah Hadiri Undangan Zelensky, Kenapa?

“Saya berharap dapat melihat optimalisasi program ini secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama ASEAN dengan pendekatan One Health,” tukas Menkes.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.