Dark/Light Mode

Pasca Erupsi, Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Masih Ditutup

Selasa, 30 Juli 2019 11:46 WIB
Kondisi Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Bandung Barat,  Jawa Barat tertutup abu vulkanik, sehari pasca erupsi Jumat (26/7). (Foto: Istimewa)
Kondisi Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Bandung Barat, Jawa Barat tertutup abu vulkanik, sehari pasca erupsi Jumat (26/7). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga Selasa (30/7), Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu di Bandung Barat, Jawa Barat masih ditutup oleh pihak pengelola, dengan pertimbangan aspek keselamatan manusia.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di hadapan awak media, Senin (29/7). "Bagaimana yang terbaik untuk semua orang, kita tunggu dari pemerintah dan yang pertama adalah keselamatan manusia," ujar Ridwan.

Ridwan memastikan, sebelum dibuka kembali, pengelola Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu harus menyesuaikan dengan rekomendasi yang diberikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Selain itu, Pemprov Jabar juga akan mengevaluasi jalur evakuasi dan sistem standard operating procedure (SOP) untuk mengantisipasi ancaman erupsi.

Berita Terkait : Tempat Wisata di Tangkuban Perahu Ditutup Selama 3 Hari

"Jalur evakuasi akan dievaluasi. Hari ini, kami akan melihat secara langsung di lapangan. Jalur dan sistem SOP akan dibahas. Apabila sudah mendapatkan informasi lengkap, akan dibahas esok," papar Ridwan.

Pasca erupsi, sering terjadi berita yang simpang siur dan memicu kepanikan masyarakat. Untuk itu, Ridwan menekankan aspek edukasi yang bersifat dua arah, baik dari pengelola maupun masyarakat. Masyarakat diminta untuk tidak mendramatisasi situasi tertentu.

"Kadang komentar-komentar yang sensitif harus dikurangi, karena semua orang punya media sekarang," tandas Ridwan.

Untuk itu, Ridwan mengimbau masyarakat selalu merujuk informasi pada lembaga yang resmi, seperti pemerintah daerah atau lembaga kebencanaan.

Berita Terkait : Pasca Erupsi Tangkuban Parahu, Tebal Abu Vulkanik Mencapai 10 Cm

Pasca erupsi Jumat lalu (26/7), PVMBG masih menetapkan Gunung Tangkuban Parahu pada status Level I (Normal). Gunung dengan ketinggian 2.084 mdpl tersebut mengalami erupsi yang bersifat freatik.

Erupsi yang terjadi sekitar pukul 15.48 WIB itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi ± 5 menit 30 detik. Dari kemarin hingga pagi ini (30/7) visual gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal.

Terkait hal itu, PVMBG merekomendasikan tiga poin penting. Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan mendekati Kawah Ratu dan Kawah Upas dengan radius 500 meter, serta tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

Kedua, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas-gas vulkanik. Warga juga diimbau tidak berlama-lama berada di bibir kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu, agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

Berita Terkait : Erupsi Gunung Tangkuban Perahu, SPBU Pertamina Tetap Beroperasi

Ketiga, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba, tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas. [HES]