Dewan Pers

Dark/Light Mode

Entaskan Kemiskinan

Ditjen Bimas Islam Kemenag Launching Diseminasi Program Kampung Zakat

Kamis, 24 November 2022 20:06 WIB
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Kamarudin Amin. (Foto: Istimewa)
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Kamarudin Amin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mencanangkan Program Kampung Zakat di 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Tujuannya untuk menekan sekaligus mengentaskan kemiskinan yang masih terjadi di tanah air.

Program Kampung Zakat yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama ini, dikhususkan bagi masyarakat atau daerah yang tingkat ekonominya masih tertingga, jika dibandingkan daerah-daerah lainnya.

Agar dapat dipahami dan tepat sasaran, Ditjen Bimas Islam hari ini me-launching sekaligus menggelar diseminasi Program Kampung Zakat. Diikuti oleh perwakilan masyarakat dan daerah secara langsung maupun daring (online) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamarudin Amin mengatakan, pihaknya telah membangun 18 kampung zakat yang telah menghasilkan banyak hal baik, khususnya dalam peningkatan ekonomi. Sehingga dapat disebarkan keseluruh desa atau kota lainnya di Indonesia.

Berita Terkait : Tangkal Krisis Pangan, Kementan Diminta Optimalkan Produktivitas Petani

"Alhamdulillah, taraf hidup serta ekonomi masyarakat dan daerah di 18 wilayah yang kita dirikan Kampung Zakat semakin meningkat. Program ini terbukti mampu memperbaiki, menumbuhkan serta memperkuat ekonomi umat," kata Kamaruddin Amin kepada wartawan, Kamis, (24/11).

Melihat fakta inilah, lanjut Kamaruddin, Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Kampung Zakat di 514 kabupaten/kota. Sebagai langkah yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Dilansir dari data BPS Maret 2021, angka kemiskinan di Indonesia mencapai 27,54 juta orang. Artinya lebih besar dari tahun 2019 atau masa sebelum pandemi Covid-19, yang hanya 24,79 juta orang.

Kamarudin menyebut, kondisi kemiskinan Ini menjadi tantangan negara. Salah satunya dapat diatasi dengan menyempurnakan tata kelola zakat yang mampu betul-betul menyejahteraan umat melalui program-program yang kreatif dan inovatif. Salah satunya Program Kampung Zakat.

Berita Terkait : DKI Perluas Cakupan Penerima Manfaat Program Kartu Pekerja Jakarta

"Program Kampung Zakat sebenarnya telah dijalankan sejak tahun 2018-2022, melibatkan 27 Baznas dan 25 LAZ, diterapkan pada 18 provinsi dengan sasaran 3.850 mustahik yang diberdayakan," jelas dia. .

Setidaknya ada dua tujuan diselenggarakannya diseminasi kampung zakat. Pertama, sebagai dasar kerja sama bagi para pihak dalam rangka meningkatkan koordinasi di tingkat pusat dan daerah, untuk pelaksanaan kampung zakat.

Kedua, sebagai negara penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia dengan muzaki dan mustahiknya harus sadar bahwa dimensi keadilan sosial dalam zakat bisa diwujudkan.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor memastikan masyarakat atau daerah yang menerima Program Kampung Zakat, tepat sasaran karena dikaji langsung oleh Kemenag.

Berita Terkait : Bangun Kontra Narasi, Wamenag Ajak Generasi Z Kepung Dunia Digital

Mengamini Kamaruddin Amin, Tarmizi Tohor mengaku pihaknya saat ini terus memperkuat sinergi dengan Baznas dan Pemerintah Daerah. Agar program strategis pemerintah ini dapat segera cepat terlaksana.

"Target kita 514 kabupaten-kota ada kampung zakatnya. Tahun ini susah 18 dan 2023 nanti, kita akan bangun 20 kampung zakat baru yang di daerah terpencil dengan tingkat ekonomi masyarakat dibawah rata-rata. Awal Desember nanti, saya launching kampung zakat di Kabupaten Kepulauan Meranti, tanah kelahiran saya," tutur Tarmizi Tohor.

Tarmizi menyebut daerah-daerah yang dijadikan kampung zakat akan diberi pendampingan selama 3 tahun. Tujuannya agar ekonomi masyarakat dan daerahnya pulih, tumbuh dan berdiri kuat, untuk membantu umat dan daerah-daerah lainnya.

"Perlu dicatat, manfaat kampung zakat ini dapat dirasakan oleh seluruh umat beragama, bukan hanya umat Islam. Tidak sedikit umat beragama lainnya membuka usaha atau jasa bernilai ekonomis disekitar kampung zakat, dan sukses," tandas Tarmizi Tohor. ■