Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cerita Tiga Sahabat Kenalkan Manggis Di Eropa
Pamor Buah Lokal Di Kancah Global
Jumat, 24 Februari 2023 07:50 WIB
Sebelumnya
Sekaligus, sebagai cara untuk tukar menukar informasi mengenai tantangan yang dihadapi industri buah, dan perkembangan teknologi baru.
“Buat kami, ikut pameran ini seperti efisiensi untuk meeting juga,” tuturnya.
Usaha Java Fresh memasarkan buah lokal dirasakan betul oleh petani manggis di Tasikmalaya.
Tokoh petani manggis asal Puspahiang, Aji Gunawan mengatakan, keberhasilan menembus pasar Eropa ini merupakan kesabaran dan ketekunan petani dalam memperbaiki pola tanam hingga pasca panen.
Pola tanam itu, misalnya pembudidayaan secara organik sehingga menghasilkan buah dengan ukuran tidak terlalu besar, dan berkualitas. Aji adalah salah satu petani manggis yang menjadi mitra Java Fresh.
Baca juga : Lomba Stand Up Comedy Warnai Kegiatan Sahabat Ganjar Di Jabar Dan Kalsel
“Berkat ketekunan petani ini, konsumen Eropa yang awalnya lebih mengenal manggis asal Thailand, sekarang mereka jatuh hati dengan manggis Tasikmalaya,” kata Aji, Ketua Kelompok Hurip Mukti, saat dikontak via telepon, Selasa (14/2).
Selain itu, kecermatan petani dalam memanen. Dia menjelaskan, manggis termasuk buah yang rentan rusak. Jadi petani harus cermat dan hati-hati sejak saat memanen.
Misalnya, saat pemetikan, manggis jangan sampai jatuh. Sekali tergores atau jatuh, buah itu bisa mengeluarkan getah kuning.
Jika getah kuning ini keluar, kulit jadi keras sehingga sulit dibuka. Rasa buahnya pun jadi tak enak. Cenderung pahit.
Proses pemetikan pun perlu memperhatikan tingkat kematangan yang tepat. Pemilihan tingkat kematangan ini penting sehingga saat sampai di negara tujuan ekspor, buah tidak terlalu matang.
Baca juga : Ulama Dan Santri Kebumen Doakan Ganjar Pranowo Berhasil Di Pilpres 2024
Menurut dia, pasar ekspor buah tropis masih terbuka. Selain manggis, ada jeruk purut, dan salak.
Untuk manggis misalnya, data Asosiasi Eksportir Manggis Indonesia menyebut permintaan pasar manggis mancanegara masih sangat besar.
Permintaan terbesar berasal dari China yang mencapai 1.500-3.000 ton per hari. Sementara permintaan Eropa dan timur tengah sekitar 300 ton per hari.
Sementara, pasokan optimal dari dalam negeri masih terbatas hanya 600–700 ton per hari. Artinya, ceruk pasar ekspor memang masih terbuka lebar.
Dia pun terus mengajak para petani agar bisa untuk memperbaiki kualitas untuk pasar ekspor mulai dari registrasi kebun, rumah kemas dan cara pengemasan.
Baca juga : Usaha Penduduk Lokal Jadi Masuk Pasar Global
Direktur Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian Liferdi Lukman mengatakan, agar dapat menembus pasar ekspor, buah harus berkualitas.
Karena itu, kebun manggis harus dikelola secara intensif dengan memenuhi kaidah Good Agriculture Process (GAP).
Penerapan GAP dibuktikan dengan adanya nomor registrasi. Dalam hal ini, eksportir harus ikut memberikan pendampingan dalam setiap tahapan produksi melalui bimbingan teknis, agar produksi buah yang dihasilkan sesuai keinginan pasar.
Tren ekspor buah memang menunjukkan peningkatan tiap tahun. Untuk manggis misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut volume ekspor pada 2016 sebesar 34.955 ton dengan nilai 20 juta dolar AS.
Jumlah itu meningkat 37,8 persen pada 2020 dengan volume sebesar 48.171 ton dan bernilai 81 juta dolar AS. Sementara, nilai perdagangan internasional untuk buah tropis mengalami peningkatan 110 persen menjadi 105 miliar dolar AS di 2021. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya