Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Yasonna: Yang Mau Ganggu Pelantikan Presiden Bukan Asbun
Terbukti Mahasiswa Ditunggangi Provokator
Kamis, 26 September 2019 08:26 WIB
Sebelumnya
Pembahasan RUU itu akan dilakukan lagi DPR periode 2019-2024 bersama pemerintahan yang baru.
“Saya hanya aksi Selasa lalu bukan mahasiswa. Hal itu berdasarkan laporan dari sejumlah BEM.
“Saya baru terima laporan tadi malam, bahwa malam yang membuat kerusuhan itu bukan mahasiswa,” tutur Bamsoet, kemarin.
Mengingatkan, kita ini mendengar, melihat ada upaya-upaya yang menung gangi, jangan terpancing,” imbaunya lagi.
Yasonna pun meminta mahasiswa untuk datang ke DPR atau dirinya jika ingin berdiskusi atau memperdebatkan RUU KUHP ketimbang melakukan demonstrasi.
“Bukan merobohkan pagar,” sesal dia.
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, juga menduga adanya pihak yang menyusupi gelombang aksi mahasiswa.
Baca juga : Yasonna Endus Demo Mahasiswa Ditunggangi Gerakan Politik
“Saya percaya ini bukan mahasiswa. Pasti ada sesuatu. Saya enggak percaya ini natural,” ujarnya, kemarin.
Fahri melihat, pihak yang menyusup itu memang berusaha menggagalkan pelantikan presiden pada 20 Oktober nanti. Fahri mendengar sendiri ancaman-ancaman itu.
“Memang saya de ngar ada ancaman kepada Presiden supaya tidak dilantik 20 Oktober kan dilantiknya di gedung ini (gedung DPR),” imbuh Fahri.
Kendati demikian, Fahri berharap Presiden Jokowi tidak perlu takut dengan adanya isu tersebut. Dia menja min Jokowi-Ma’ruf akan tetap dilantik.
“Hasil Pemilu sudah memilih dia,” tegasnya. Gugatan di MK yang mempersoalkan kemenangan Jokowi dalam Pemilu 2019 sudah dilalui. Prabowo, rival Joko wi di Pilpres pun, sudah menerima.
“Sudah selesai,” tandasnya. Ketua DPR, Bambang Soesatyo, memastikan, pelaku anarkis dalam Kata Bamsoet, sapaan Bambang, para mahasiswa sudah menarik diri dan kembali ke kampusnya masing-masing saat kericuhan pecah.
Sebab, mereka juga melihat sudah banyak yang “ikutan” menyampaikan aspirasi di DPR.
Baca juga : Yasonna: Kita Nggak Asbun
Politikus Golkar ini pun meminta pihak intelijen mengusut tuntas para penumpang gelap dalam demonstrasi mahasiswa itu.
Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dinno Ardiansyah, juga memastikan hal itu. Dia menegaskan, ada elite-elite politik yang menunggangi dan mengambil kesempatan dari mahasiswa yang melakukan unjuk rasa.
“Kami sangat menyayangkan,” ujar Dinno.
Dia menjelaskan, aksi mahasiswa Universitas Trisakti begitu juga mahasiswa dari universitas lain bukan lah bertujuan melengserkan Jokowi. Melainkan, fokus menolak beberapa RUU. Salah satunya adalah RKUHP.
“Jelas, substansi yang kita permasalahkan dari awal adalah masalah di RUU, bukan melengserkan atau menurunkan Jokowi,” tegasnya.
“Semua tindakan yang mengatakan ingin menurunkan atau melengserkan Presiden, itu semua tidak benar,” imbuh Dinno.
Polisi juga menyebut adanya kelompok lain di luar mahasiswa yang ber tindak anarkis dalam demonstrasi itu.
Baca juga : Polisi: Bukan Mahasiswa, Tapi Perusuh!
“Kita juga masih dalami ada kelom pok-kelompok di luar mahasiswa yang kita ketahui, yang kita dalami,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, kemarin.
Polisi telah mengamankan 94 orang terkait kericuhan itu Selasa lalu. Salah satunya pelajar berinisial RP (20), yang diduga melempari Pos Polisi Slipi dengan molotov. RP, adalah salah satu dari 17 orang yang ditangkap personel Polres Jakarta Barat.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi menyebut, para pelaku diamankan di sekitar kolong Slipi dan Petamburan. Mereka rata-rata di bawah umur.
Selain itu, rata-rata, para pelaku bukan warga Jakarta. Mereka berasal dari luar ibu kota. “Ini yang patut kami curigai dan akan terus kami dalami,” tutur Hengki.
Sebagian besar pelaku juga bukan mahasiswa. Dia menduga, mereka adalah penumpang gelap dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Mereka mem provokasi massa agar melakukan tin dakan anarkistis. Polanya mirip dengan kerusuhan 22 Mei.
“Ini yang demo bukan lagi mahasiswa, tetapi perusuh. Ini polanya mirip 22 Mei. Diduga massa liar yang sengaja datang membuat kerusuhan,” ta n dasnya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya