Dark/Light Mode

Tak Ada Serangan Teror Di Tahun Politik

Prestasi Indonesia Disorot Dunia Lho…

Rabu, 21 Februari 2024 07:30 WIB
Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tito Karnavian (kiri) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Mohammed Rycko Amelza Dahniel (kanan) saat akan membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BNPT Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (20/2/2024). (Foto: Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RM.id)
Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tito Karnavian (kiri) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Mohammed Rycko Amelza Dahniel (kanan) saat akan membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BNPT Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (20/2/2024). (Foto: Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat ini juga menjelaskan, meski tidak ada serangan teror tahun lalu, sel-sel terorisme di Indonesia sebetulnya menguat.

Hal ini ibuktikan dari bertambahnya jumlah angka penindakan. Mulai dari terduga teroris, hingga barang bukti yang diamankan aparat gabungan Polri maupun TNI.

“Yang ditangkap dan barang bukti yang disita seperti sen­jata, amunisi dan bahan peledak meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” terangnya.

Baca juga : Server Sirekap Di Gedung KPU

Yang juga meningkat adalah fundraising atau pengum­pulan dana, yang dilakukan oknum-oknum teroris dengan berbagai cara, dan memanfaat­kan berbagai momentum.

“Kemudian, terjadi peningka­tan proses radikalisasi dengan sasaran tiga kelompok rentan, yaitu perempuan, anak-anak, dan remaja,” tambah mantan Kapolda Jawa Tengah ini.

Menurut Rycko, mereka ha­rus dilindungi. Sebab, mereka adalah generasi penerus bangsa. Di pundak mereka, Indonesia bertumpu agar menjadi negara maju di masa depan.

Baca juga : Wali Kota Bogor Minta KPU Tanggung Jawab

“Penting untuk dilindungi dari proses radikalisasi demi mencapai tujuan Indonesia Emas 2045,” jelas Rycko.

Menurut Rycko, cikal bakal ideologi radikal adalah sikap in­toleran, alias tidak bisa menerima kepercayaan satu sama lain. Dia tidak bisa membayangkan apa jadinya Indonesia jika perem­puan, anak dan remaja terpapar virus radikal.

“Kalau kita tidak serius men­jaga generasi penerus kita, ini akan menjadi bola api Indonesia di masa depan. Itu lah sebabnya perempuan, anak dan remaja menjadi program prioritas utama BNPT,” tegasnya.

Baca juga : Bapanas Jangan Andalkan Impor Terus, Meski Murah

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 21/2/2024 dengan judul Tak Ada Serangan Teror Di Tahun Politik, Prestasi Indonesia Disorot Dunia Lho…      

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.