Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Menkes Resmikan Panel Deteksi Cepat MRSA Di RSUP M. Djamil Padang

Minggu, 25 Februari 2024 14:36 WIB
Foto: Kemenkes
Foto: Kemenkes

RM.id  Rakyat Merdeka - RSUP dr. M. Djamil Padang meluncurkan inovasi terbarunya, yakni panel deteksi cepat Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) berbasis molekuler.

Alat deteksi cepat ini hasil kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan mitra bisnis PT Crown Technologi Indonesia.

Alat deteksi cepat ini berfungsi untuk mendeteksi MRSA, yakni infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang telah resisten terhadap antibiotik metisilin, menjadi lebih singkat dari 3-5 hari menjadi 3-4 jam.

Selain itu, hasil deteksi juga akurat dengan tingkat akurasi 97,5 persen, sensitivitas 95 persen, dan spesifisitas 100 persen.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya mengatakan, keberadaan alat tes diagnosis cepat tersebut sangat dibutuhkan.

Baca juga : Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat Sudah Rampung

Terlebih, infeksi bakteri merupakan salah satu penyebab penyakit dengan kematian terbanyak di Indonesia.

“Bayi kita paling banyak meninggal karena pneumonia dan diare, itu patogen juga penyebabnya. Sementara untuk orang-orang usia lanjut itu karena sepsis,” kata Menkes Budi, di Aula RSUP dr. M. Djamil Kota Padang, seperti keterangan yang diterima RM.id, Minggu (25/2/2204).

Untuk itu, Budi berharap hadirnya alat tes berbasis molekuler tersebut akan memberikan kontribusi signifikan dalam mencegah bakteri-bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik berkembang dan menyebar luas.

“Panel deteksi cepat MRSA berbasis molekuler sangat penting untuk mendeteksi bakteri-bakteri yang dicurigai telah resistensi. Selain itu, hasil dari riset ini adalah salah satu bukti kongkrit manfaat sinergi dan kolaborasi rumah sakit dan perguruan tinggi yang terjalin dengan baik,” ujarnya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengaku senang dan bangga atas peluncuran panel deteksi cepat MRSA tersebut.

Baca juga : Ribuan Petani dan Peternak Antusias Sambut Prabowo di Sumedang

“Pemprov Sumbar sangat mengapresiasi dan bangga atas peluncuran Panel Deteksi Cepat yang merupakan bagian pertama dari Serial Riset Inovasi Deteksi Cepat Resistensi Antimikroba ini,” kata Mahyeldi.

Dia juga memberikan apresiasi kepada tim peneliti karena telah melibatkan putra-putri Sumatera Barat dalam penelitian tersebut.

“Kita juga mengapresiasi bahwa di dalamnya terlibat para peneliti dan ilmuwan yang merupakan putra daerah Sumatera Barat,” jelasnya.

Mahyeldi optimistis, inovasi kesehatan tersebut dapat memberikan manfaat yang besar dan nyata bagi kemajuan sistem kesehatan di Sumatera Barat.

Direktur Utama RSUP dr. M. Djamil Padang Dovy Djanas menjelaskan, resistensi antimikroba merupakan ancaman kesehatan global dan nasional.

Baca juga : Anies Sowan Ke Kiai, Prabowo Diskusi Di PWI, Ganjar Jaga Kandang

Bila tidak ditangani dengan tepat, dikhawatirkan bakteri yang kebal terhadap pemberian antibiotik semakin meningkat.

Resistensi Antimikroba terjadi karena penggunaan antibiotik yang berlebihan.

Hal ini bisa terjadi karena penggunaan yang melebihi dosis, tidak sesuai dengan penyakitnya, atau konsumsinya yang tidak tuntas.

Untuk itu, keberadaan alat deteksi bakteri berbasis molekuler ini sangat penting agar identifikasi bakteri dapat dilakukan sejak dini sehingga dapat membantu dokter untuk memberikan antibiotik yang sesuai dengan penyakitnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.