Dark/Light Mode

Diungkap Kemendagri

Banyak Daerah Tidak Punya Aksi Kala Harga Beras Naik

Rabu, 28 Februari 2024 07:30 WIB
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Tomsi Tohir. (Foro: Dok. Kemendagri)
Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Tomsi Tohir. (Foro: Dok. Kemendagri)

 Sebelumnya 
Dia mencontohkan langkah konkret yang bisa dilakukan meliputi operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan sidak distributor agar tidak menahan barang.

Selain itu, kepala daerah juga bisa menjalin kerja sama dengan daerah penghasil komoditas un­tuk pemenuhan pasokan.

Lalu memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk pengendalian harga, serta memberikan dukungan Ang­garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap mo­bilitas transportasi umum.

Baca juga : KPU Hentikan Sementara Semua PPLN Kuala Lumpur

“Langkah lainnya, bisa meng­galakkan sosialisasi gerakan menanam kebutuhan pangan, seperti cabe misalnya,” saran dia.

Kemendagri menyayangkan masih banyak daerah yang be­lum melakukan langkah konkret yang dipaparkannya itu. Padahal arahan itu sudah disampaikan jauh hari sebelum harga mening­kat seperti sekarang.

“Berdasarkan hasil monitor­ing dan evaluasi Kemendagri per 26 Februari 2024, baru 10 daerah yang telah melakukan seluruh upaya konkret,” bebernya.

Baca juga : Gerindra Bakal Usung Mantan Wakil Gubernur?

Sisanya, 358 daerah belum melakukannya. Kemudian, se­banyak 21 daerah tercatat telah melakukan 4 hingga 5 upaya konkret itu. Sementara, 125 daerah tercatat hanya melakukan 1 hingga 3 upaya konkret dalam penanganan inflasi.

Tomsi juga mengingatkan Pemda agar rutin menyampaikan laporan harian terkait upaya pengendalian inflasi. Soalnya, hingga minggu keempat Febru­ari 2024, masih ada 78 Pemda yang tidak menyampaikannya kepada Kemendagri.

Laporan ini dibutuhkan untuk melihat kinerja Pemda dalam mengendalikan inflasi.

Baca juga : DPR: Untungkan Nelayan, Lindungi Sumber Daya Lokal

“Kami berharap teman-teman kepala daerah mengecek kem­bali daerahnya masing-masing, apakah termasuk di dalam 78 daerah yang tidak mengirimkan laporan pada minggu keempat ini,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.