Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Indonesia Nggak Punya Kapal Riset Bawah Laut
Luhut: Malu-maluin!
Kamis, 16 Mei 2024 07:30 WIB
Sebelumnya
Untuk itu, kata Luhut, Indonesia bekerja sama dengan OceanX akan melakukan ekspedisi laut bersejarah di wilayah Indonesia.
Ekspedisi laut itu dipastikan dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dia berharap, penelitian dalam misi ini dapat mendukung kesejahteraan sosial melalui penemuan potensi inovasi dalam produk, serta solusi untuk berbagai bidang seperti kedokteran atau bio-teknologi.
Baca juga : Jadi Diri Sendiri Demi Kesejahteraan Rakyat
“Misi paling penting adalah kesempatan untuk mempelajari potensi gempa bumi dan tsunami demi keselamatan umat manusia,” ungkapnya.
OceanX akan memulai serangkaian ekspedisi penelitian di Indonesia dengan kapal OceanXplorer dimulai pada 8 Mei di Batam, Kepulauan Riau. Misi akan berlanjut hingga 25 Agustus 2024, dan berakhir di Bitung, Sulawesi Utara.
Sepanjang lima tahap misi, OceanX, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan memanfaatkan teknologi generasi terbaru, ilmu pengetahuan, penyampaian cerita yang menarik, dan pengalaman mendalam untuk mendidik, menginspirasi, serta menghubungkan dunia dengan lautan.
Baca juga : Dinas Pendidikan Larang Study Tour
Co-CEO dan Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone mengaku sangat bersemangat untuk meluncurkan misinya di Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia.
Pieribone mengatakan, perairan Indonesia memainkan peran penting dalam perekonomian, geopolitik, budaya dan lingkungan alam.
Untuk itu, OceanX berkomitmen memberikan wawasan berharga mengenai sumber daya penting ini.
Baca juga : Bos PSIS Melamar Ke Beringin Dan PSI
“Dengan mengumpulkan data yang komprehensif, misi ini bertujuan untuk memperkuat pengambilan keputusan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan, strategi konservasi yang efektif dan upaya mitigasi proaktif untuk melindungi terhadap bencana alam di masa depan,” katanya.
Menurutnya, penelitian akan mencakup berbagai bidang penting. Termasuk investigasi zona megathrust untuk menyempurnakan model gempa bumi dan tsunami, penelitian perikanan di Sumatera Barat meningkatkan pemahaman dan memandu keputusan pengelolaan dan eksplorasi potensi keanekaragaman hayati, serta penilaian dampak terhadap manusia. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 16 Mei 2024 dengan judul "Indonesia Nggak Punya Kapal Riset Bawah Laut Luhut: Malu-maluin!"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya