Dark/Light Mode

Indonesia Nggak Punya Kapal Riset Bawah Laut

Luhut: Malu-maluin!

Kamis, 16 Mei 2024 07:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan.

 Sebelumnya 
Untuk itu, kata Luhut, Indone­sia bekerja sama dengan OceanX akan melakukan ekspedisi laut bersejarah di wilayah Indonesia.

Ekspedisi laut itu dipastikan dijalankan sesuai dengan per­aturan perundang-undangan yang berlaku.

Dia berharap, penelitian dalam misi ini dapat mendukung kesejahteraan sosial melalui penemuan potensi inovasi dalam produk, serta solusi untuk ber­bagai bidang seperti kedokteran atau bio-teknologi.

Baca juga : Jadi Diri Sendiri Demi Kesejahteraan Rakyat

“Misi paling penting adalah kesempatan untuk mempelajari potensi gempa bumi dan tsunami demi keselamatan umat manu­sia,” ungkapnya.

OceanX akan memulai se­rangkaian ekspedisi penelitian di Indonesia dengan kapal Ocean­Xplorer dimulai pada 8 Mei di Batam, Kepulauan Riau. Misi akan berlanjut hingga 25 Agus­tus 2024, dan berakhir di Bitung, Sulawesi Utara.

Sepanjang lima tahap misi, OceanX, Kementerian Koor­dinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan memanfaatkan teknologi generasi terbaru, ilmu pengeta­huan, penyampaian cerita yang menarik, dan pengalaman men­dalam untuk mendidik, mengin­spirasi, serta menghubungkan dunia dengan lautan.

Baca juga : Dinas Pendidikan Larang Study Tour

Co-CEO dan Chief Science Officer OceanX Vincent Pieri­bone mengaku sangat bersemangat untuk meluncurkan misinya di Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia.

Pieribone mengatakan, perairan Indonesia memainkan peran penting dalam perekono­mian, geopolitik, budaya dan lingkungan alam.

Untuk itu, OceanX berkomit­men memberikan wawasan berharga mengenai sumber daya penting ini.

Baca juga : Bos PSIS Melamar Ke Beringin Dan PSI

“Dengan mengumpulkan data yang komprehensif, misi ini bertujuan untuk memperkuat pengambilan keputusan dalam pengelolaan perikanan berkelan­jutan, strategi konservasi yang efektif dan upaya mitigasi pro­aktif untuk melindungi terhadap bencana alam di masa depan,” katanya.

Menurutnya, penelitian akan mencakup berbagai bidang penting. Termasuk investigasi zona megathrust untuk menyempur­nakan model gempa bumi dan tsunami, penelitian perikanan di Sumatera Barat meningkatkan pemahaman dan memandu kepu­tusan pengelolaan dan eksplorasi potensi keanekaragaman hayati, serta penilaian dampak terhadap manusia. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 16 Mei 2024 dengan judul "Indonesia Nggak Punya Kapal Riset Bawah Laut Luhut: Malu-maluin!"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.