Dark/Light Mode

Dorong BUMN Jadi Pemain Global

Politisi dan Pasar Sambut Positif Gebrakan Erick Thohir

Sabtu, 8 Februari 2020 14:13 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Dok. Pribadi)
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Dok. Pribadi)

 Sebelumnya 
Dia melakukan perampingan struktural demi ekosistem yang efektif dan efisien dengan memangkas jabatan deputi dari 7 menjadi 3 posisi. Pada Selasa (4/2), Erick pun mengumumkan nama-nama deputi baru. Pertama, Susyanto sebagai Sekretaris kementerian BUMN. Susyanto sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris ditjen Migas kementerian ESDM. Kedua, Carlo Brix Tewu sebagai deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan yang merupakan seorang perwira polisi aktif dengan pangkat Irjen. Carlo sebelumnya bertugas sebagai Deputi di Kemenkopolhukam.

Ketiga, Nawal Nely yang menjabat sebagai Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko. Selama ini, Nelly banyak dikenal dalam dunia akuntan. Ia berkecimpung di kantor akuntan Publik (KAP) Ernst & Young (EY).

Selain deputi, Erick juga melantik Loto Srinaita Ginting sebagai Staf ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM. Loto sebelumnya menjabat sebagai direktur Surat Utang Negara ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko kementerian keuangan.

“Alhamdulillah, setelah kurang lebih 2 bulan kementerian BUMN mem for mulasikan struktur baru dan me lakukan penyegaran birokrasi, pada hari ini kita dapat melantik para pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kementerian BUMN,” imbuhnya.

Erick berharap, para pejabat eselon 1 BUMN memegang teguh 3 prinsip, yaitu akhlak yang baik yang berarti memiliki integritas tinggi dan komitmen, loyalitas terutama kepada negara, dan dapat bekerja sama dengan baik.

Baca juga : Kementan Dorong Peningkatan Populasi dan Perbaikan Genetik Sapi di NTT

“Mengelola 142 BUMN dengan aset Rp 8.200 T tidak mungkin dijalankan sendiri-sendiri tanpa koordinasi. kita butuh tim Avengers yang saling bekerja sama dan memiliki teamwork yang kuat. Pintar saja tidak cukup, apalagi keminter, kita butuh orang-orang yang dapat kerja dalam tim,” pungkasnya.

Bidik Nilai Tambah

Dalam membina 142 BUMN tersebut, Kementerian BUMN melakukan klasterisasi untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar BUMN. Pembentukan klaster ini berfungsi untuk meningkatkan efisiensi operasional BUMN, menggerakkan BUMN untuk saling berkoordinasi dengan BUMN lainnya yang memiliki lini bisnis serupa, menciptakan sinergi, kolaborasi, dan konsep circular economy melalui ekosistem BUMN yang erat, serta memperluas penguasaan pangsa pasar dan meningkatkan kapabilitas dalam produksi & teknologi.

Erick juga menetapkan lima prioritas BUMN yang mencakup Nilai ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, Inovasi Model Bisnis, kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi dan Pengembangan Bakat.

Erick tampak serius dalam menjalankan arahan Presiden Jokowi untuk membuka peluang terhadap swasta. BUMN berkomitmen membangun ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan yang meningkatkan kesetaraan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia bersama swasta, BUMD, dan juga BUMDES. BUMN terus menjadi agen pembangunan bangsa Indonesia dan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan swasta dalam pengelolaan infrastruktur dan transportasi publik.

Baca juga : Fadjroel: Semuanya Diserahkan Kepada Erick Thohir

BUMN bersama dengan Pemprov DKI Jakarta, dan BUMD melakukan kerja sama untuk pembangunan sistem moda transportasi terpadu dan terintegrasi. BUMN juga memberi kesempatan kepada swasta/pengusaha daerah dalam pembangunan tol Kediri-Kertosono. BUMN juga melakukan kerja sama untuk meningkatkan perekonomian lokal dan memberi nilai tambah bagi masyarakat desa. Pengembangan Pabrik Semen Rembang akan bermitra dengan BUMDES-BUMDES baik di bidang kebersihan, perawatan tanaman, transportasi dan lainnya.

Erick menyampaikan, BUMN tidak akan menutup diri terhadap kerja sama. “BUMN tidak ingin menjadi menara gading, BUMN akan membangun Indonesia bersama-sama semua pihak dan membangun Indonesia Incorporation,” katanya.

Kementerian BUMN memprioritaskan setiap kerja sama dengan partner strategis harus memiliki nilai tambah (value added) untuk Indonesia, seperti membuka lapangan kerja, mendorong transfer of knowledge dan peningkatan kualitas SDM, membuka dan meningkatkan peluang ekspor produk Indonesia ke luar negeri, mendorong transfer of technology pada industri di Indonesia, pengembangan energi terbarukan, dan meningkatkan multiplier effect pada industri pendukung.

“Saya tidak ingin Indonesia hanya dijadikan pasar. kerja sama harus benar-benar saling menguntungkan,” tegas Erick di Senayan, pada akhir tahun lalu.

Erick tengah menjajaki kerja sama dengan Abu Dhabi. Menurutnya, Abu Dhabi tertarik bekerja sama dengan Indonesia salah satunya di sektor pariwisata.

Baca juga : Siap Jadi Menteri Jokowi, Berikut Sosok Erick Thohir

“Dalam pertemuan di Abu Dhabi, kami tidak ingin Indonesia hanya dijadikan market. Tapi, kami minta pihak Abu Dhabi memberikan agreement 20 persen pegawai airport di Abu Dhabi itu orang Indonesia,” ungkap Erick.

Erick memastikan permintaannya itu sangat beralasan. Sebab negara lain, Filipina juga melakukannya. “Jadi jangan hanya orang Filipina tapi kita minta ada guarantee (jaminan) 20 persen orang Indonesia. kalau mereka serius, ayo kami bukakan akses buat mereka untuk tourism ke Timur Tengah dan Afrika. Meskipun saya akui, memang suka tidak suka yang Abu Dhabi ini memang pusat,” jelasnya.

Tak hanya dengan Abu Dhabi, komitmen Erick untuk membidik value added juga ditunjukkannya saat penjajakan kerja sama dengan Menteri Negara Urusan ekonomi dan Fiskal Jepang Yasutoshi Nishimura di Jepang, akhir Januari lalu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.