Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi telah mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres) terkait ketentuan mudik Idul Fitri 2020. Aturan ini disiapkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Pemerintah menyiapkan Peraturan Presiden dan Instruksi Presiden sebagai dasar hukum pengaturan mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah untuk mencegah persebaran Covid-19," ujar Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, dalam keterangan tertulis, Senin (30/3).
Fadjroel menyatakan, Jokowi meminta semua elemen masyarakat fokus pada pencegahan meluasnya virus Corona dengan mengurangi mobilitas antardaerah. Kebijakan ini bertujuan memutus mata rantai persebaran virus Corona.
Baca juga : IMF Mau Nolong Apa Mau Nyekik
"Selain itu, imbauan secara gencar kepada masyarakat untuk tidak mudik selama pandemi Covid-19 dan bagi masyarakat yang telanjur mudik agar meningkatkan pengawasan, meningkatkan protokol kesehatan, tetapi tidak melakukan screening secara berlebihan," imbuhnya.
Soal mudik ini dibahas Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) siang tadi. "Kita perlu siang hari ini membahas secara khusus karena tradisi ini melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak," tutur Jokowi dalam Ratas itu.
Sebagai gambaran, Jokowi bilang, tahun 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta orang ke seluruh wilayah Indonesia. Di tengah merebaknya pandemi Covid-19, adanya mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebarannya.
Baca juga : Puluhan Perusahaan Bus Terancam Gulung Tikar
Presiden Jokowi sendiri memaklumi adanya gelombang mudik lebih awal. Menurutnya, itu bukan karena faktor budaya atau tradisi. Melainkan, karena faktor ekonomi.
"Karena memang terpaksa, yang saya lihat di lapangan banyak pekerja informal di Jabodetabek terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang, tidak ada pendapatan sama sekali akibat diterapkannya kebijakan tanggap darurat yaitu bekerja di rumah, sekolah di rumah, dan ibadah di rumah," ucapnya.
Jokowi pun meminta bantuan sosial benar-benar segera dilaksanakan di lapangan. Selain itu, dia juga meminta para kepala daerah harus melakukan pengecekan kesehatan yang ketat bagi para pemudik di wilayahnya masing-masing. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya