Dark/Light Mode

Ngobrol Seru Di Atas Kapal Dorolonda

Menhub & Mendag Lapor Keberhasilan Tol Laut

Rabu, 6 Februari 2019 15:00 WIB
Kementerian Perhubungan dan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2019 mengelar Seminar Nasional “Tol Laut untuk Membuka Jalur Logistik serta Menekan Disparitas Harga” di atas Kapal KM Doro Londa di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemarin. Seminar ini diikuti para pemangku kebijakan di bidang pelayaran. Menhub Budi Karya Sumadi, Mendag Enggartiasto Lukita, para direksi Pelindo I, II, III dan IV, berikut Panitia HPN 2019 berfoto bersama usai diskusi. (Foto: Istimewa)
Kementerian Perhubungan dan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2019 mengelar Seminar Nasional “Tol Laut untuk Membuka Jalur Logistik serta Menekan Disparitas Harga” di atas Kapal KM Doro Londa di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemarin. Seminar ini diikuti para pemangku kebijakan di bidang pelayaran. Menhub Budi Karya Sumadi, Mendag Enggartiasto Lukita, para direksi Pelindo I, II, III dan IV, berikut Panitia HPN 2019 berfoto bersama usai diskusi. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Bagaimana efektivitas tol laut selama 4 tahun ini? Menurut Menteri Perhubungan, program tersebut telah mampu mendorong konektivitas dan menekan disparitas harga di wilayah timur Indonesia, hingga 15-20 persen. 

Hal ini diakui oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Dia mengatakan, dulunya program tol laut sering diolok-olok, dan dianggap tak akan berhasil. “Awalnya skpetis, tapi sikap Pak Jokowi tegas melanjutkan,” katanya. Dan hasilnya, saat ini mulai terasa. 

Baca juga : Maskapai Lion Air Ogah Kasih Diskon Tarif Bagasi

“Tanpa tol laut, tentu dalam 3 tahun berturut-turut kami tidak akan mampu mengendalikan harga bahan pokok yang rata di seluruh Indonesia. Enggak mungkin,” kata Enggar. Menurutnya, indikator harga bahan pokok terkendali bisa dilihat saat bulan Ramadhan dan Lebaran. “Berkat tol laut lah maka distribusi lebih merata dan beban harga produksi ke Timur bisa terjangkau,” jelasnya. 

Menteri Perdagangan optimis, program tol laut akan berdampak baik untuk pemerataan harga di seluruh Indonesia. Terhadap yang skeptis, Enggar bilang, ini memang ibarat telur dan ayam. “Mana yang harus didahulukan? Ya tetap harus ada langkah kongkrit. Masa kita harus nunggu dibangun transportasinya dulu untuk menekan harga di Timur? Jadi ini adalah langkah tepat dan harus berkelanjutan,” paparnya.

Baca juga : Kepala Desa Akan Dikirim Ke Thailand, China, Malaysia

Meski program tol ini menjanjikan pemerataan, namun bukan berarti tak ada kendala. Kata Menteri Perhubungan, acap kali, masalah dialami saat kapal balik. Ketika berangkat, kapal tol laut memuat penuh barang menuju wilayah timur. Tetapi, pulangnya muatan lowong. “Memang masih ada masalah dalam pelaksanaannya yaitu terkait muatan balik. Untuk itu, saya mendorong pihak terkait seperti Perdagangan, Pertanian, Pelni, Djakarta Lloyd, Pelindo I hingga IV untuk berperan aktif mengoptimalkan muatan balik tol laut,” ujar Menteri Perhubungan.

Ke depan, program Tol Laut akan dikembangkan bukan hanya port to port, atau pelabuhan ke pelabuhan, tapi bisa mengantar logistik hingga end to end atau langsung ke konsumen. Masyarakat di wilayah yang dilewati kapal tol laut, bisa ikut merasakan manfaatnya, memperoleh harga barang dengan harga terjangkau, dan mempersingkat rantai bisnisnya.

Baca juga : Mendagri Revisi Aturan Pemberian Hibah & Bansos

“Akan dikembangkan sistem dashboard digital, untuk menawarkan produk. Misalnya, membawa beras atau ikan ke beberapa titik yang dilalui Kapal Tol Laut, sehingga para pedagang di sekitar itu bisa langsung membeli dan memasarkan,” katanya. [Iswara] 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.