Dark/Light Mode

Akademisi Unibraw Dukung Inovasi-inovasi Kementan Permudah Masyarakat Dapatkan Sembako

Jumat, 24 April 2020 14:01 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kenan) bersama KASD Janderal Andika Perkasa saat meluncurkan ATM Pertanian Sikomandan di Kodim 0501/JPBS Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (22/4). (Foto: Dok. Kementan)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kenan) bersama KASD Janderal Andika Perkasa saat meluncurkan ATM Pertanian Sikomandan di Kodim 0501/JPBS Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (22/4). (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Dekan Akademik Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Sujarwo, mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempermudah layanan antar jemput sembako melalui jasa Gojek, Grab, dan perusahaan e-commerce Blibli Indonesia, di sejumlah pasar mitra tani.

"Saya mendukung kerja sama yang sangat baik ini. Namun, lagi-lagi kinerja distribusi pangan yang optimal memerlukan perhatian lebih pada sisi supply agar tetap aman. Misalnya, dengan menjaga produksi petani dan memberi harga yang baik. Kemudian, cadangan pangan di level desa harus diaktifkan peranannya," ujar Sujarwo, Jumat (24/4).

Baca juga : Kontribusi Jaksa Agung untuk Lindungi Masyarakat Kian Baik

Sujarwo mengatakan, Kementan memiliki peran yang sangat penting dalam penguatan cadangan pangan secara nasional. Sedangkan untuk cadangan pangan di masing-masing daerah, pimpinan daerah di semua provinsi dan kabupaten/kota harus saling bekerja sama menyediakan kebutuhan warganya dengan baik.

"Saya kira yang juga penting adalah koordinasi antar wilayah untuk menyediakan pos-pos stok pangan pemerintah yang merata, sehingga defisit tetap tersuplai dari daerah surplus. Ini artinya juga meningkatkan supply chain pangan oleh pemerintah daerah. Jadi koordinasi lintas sektor ini harus benar-benar dipastikan bahwa distribusi pangan berjalan dengan aman dan terkendali," terangnya.

Baca juga : Jubir Covid-19 Minta Masyarakat Jadikan PSBB Sebagai Komitmen Baru

Di samping itu, kata Sujarwo, sinergitas dan kerja sama antarlembaga negara menjadi penting. Karena saat ini sudah masuk Ramadhan, juga ujian datangnya wabah corona. Apalagi, sebulan ke depan masyarakat juga akan menghadapi hari raya Idul Fitri 2020.

"Tapi, saya sangat yakin bahwa kebutuhan pokok kota dalam kondisi aman. Terlebih saat ini sedang berlangsung panen raya di sejumlah daerah. Meski cukup pemerintah wajib melakukan pemantauan harga pasar antar wilayah di seluruh Indonesia," katanya.

Baca juga : Menteri Agama Minta Zakat Dibayar Sebelum Ramadhan

Kementan baru saja meluncurkan inovasi sistem pengambilan beras melalui ATM Pertanian Sikomandan yang tersebar di kantor-kantor TNI Jakarta. Layanan ini baru saja diluncurkan dengan titik awal di Kodim 0501 Jakarta Pusat. Layanan ATM ini sedikitnya menyiapkan beras sekitar 1,5 ton untuk kebutuhan 1.000 orang. Dengan ATM ini, masyarakat pra sejahtera dan mereka yang terdampak Covid-19 berhak mendapatkan beras secara gratis.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan, keberadaan ATM ini merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi antar mitra usaha tani seperti BNI 46, BRI, Bank Mandiri dan Perusahaan BUMN lainnya. "Mereka diajak untuk turut serta membantu masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pangan. Dalam hal ini Kementan mempunyai tanggung jawab untuk memberi makan 267 juta orang. Itu tidak  boleh kurang. Dan pengadaan beras gratis ini merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mencegah terjadinya kelaparan, khususnya akibat dampak Covid-19," tutupnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.