Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bukan Takut Atau Nolak
Menteri Erick Tidak Penuhi Syarat Jadi Relawan Vaksin
Senin, 10 Agustus 2020 07:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Juru Bicara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menepis anggapan Menteri BUMN Erick Thohir tidak mau dan takut jadi relawan vaksin Covid-19. Yang benar, kata dia, Menteri Erick tidak memenuhi syarat menjadi relawan.
“Terkait uji klinis calon vaksin, ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi relawan uji klinis calon vaksin Covid-19.
Salah satunya adalah keharusan domisili (tinggal) di Bandung raya dan larangan meninggalkan wilayah penelitian (Bandung) hingga penelitian selesai,” ungkap Arya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/08) malam.
Arya menuturkan, sebagai Menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick senantiasa siap dan akan terus menjadi pendorong berbagai upaya akselerasi penanganan kasus pandemi ini.
Baca juga : Amien Berkali-kali Nolak Ketemu Zul, Bapak Reformasi Kok Jadi Begini
Termasuk pengembangan dan kolaborasi produksi vaksin, serta terapi penyembuhannya di Indonesia. Menurut Arya, saat ini tim peneliti masih terus mengumpulkan relawan untuk ikut uji klinis fase ketiga ini.
Dia mengajak warga Bandung Raya yang memenuhi kriteria bisa berpartisipasi dan menjadi bagian dari perjalanan bersejarah hadirnya vaksin yang sangat diharapkan kehadirannya. Apalagi, hal itu hanya bisa dilakukan warga Bandung saja.
Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Erick menyatakan tak ikut jadi relawan uji klinis. “Lebih baik relawan yang memang sesuai prototype yang sedang dicari,” jelasnya, Jumat (7/8) lalu.
Penolakan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan netizen. Tidak sedikit menuding Erick takut jadi percobaan.
Baca juga : Menaker Dan Menteri Erick Sepakat Pekerjakan Disabilitas Di BUMN
Vaksin Covid-19 yang akan diuji merupakan vaksin hasil pengembangan Biofarma bersama Sinovac, perusahaan farmasi asal China.
Uji vaksin ini merupakan tahap 3. Jika lolos uji klinis, bisa masuk ke tahap produksi. Uji klinis akan dilakukan mulai 11 Agustus 2020 di enam lokasi di Kota Bandung yakni Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Dago.
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac dari Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil mengungkapkan, saat ini tercatat 800 orang sudah mendaftar untuk menjadi relawan uji klinis vaksin.
Menurutnya, warga antusias menjadi relawan uji klinis vaksin. Termasuk tenaga medis.
Baca juga : Erick Tagih Kemenkeu Bayar Utang 7 BUMN
“Teman-teman dokter dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) di wilayah Jawa Barat, semua ingin mendukung ya, mereka udah bikin surat resmi kepada saya ingin ikut, tapi saya bilang jangan, kalau yang di luar kota nanti kami kesulitan,” ungkapnya. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya