Dark/Light Mode

Tol Baru, Bandung-Bandara Kertajati Hanya 1 Jam

Selasa, 8 September 2020 09:32 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Senin (7/9).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Senin (7/9).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai membangun ruas jalan tol Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.  Jika akses tol baru ini sudah rampung, Bandung ke Bandara Kertajati dapat ditempuh hanya 1 jam.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan, proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 61 Km di Provinsi Jawa Barat rampung akhir 2021. 

Ia menjelaskan, jalan tol ini terdiri dari enam seksi yang akan terhubung dengan jalan tol Bandara Kertajati. Diharapkan dapat meningkatkan konektivitas ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang sudah mulai beroperasi. 

"Berdasarkan laporan, masalah pembebasan lahan sudah teratasi. Saya optimis pekerjaan rampung pada akhir 2021, karena konstruksi dapat berjalan cepat jika lahan sudah tersedia," kata Basuki saat meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Senin (7/9).

Baca juga : Jangan Ada Keretakan

Basuki mengapresiasi semua pihak yang terus berkoordinasi dan bekerja keras untuk mempercepat pembebasan lahan, yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Pemkab Majalengka, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi, Mahkamah Agung dan instansi terkait lainnya. 

Tol Cisumdawu dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dari enam seksi, seksi 1 dan 2 yang dikerjakan oleh pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut dan seksi 3-6 dikerjakan oleh PT. Citra Karya Jabar Tol (CKTJ) selaku investor. 

Untuk progres pembebasan lahan pada seksi 1 Cileunyi-Rancakalong (10,57 Km) sudah mencapai 92,5% dan progres konstruksi 58,56%. 

Seksi 2 (17,05 Km) Fase I dari Rancakalong-Ciherang sudah selesai tahun 2017 dan Fase II Ciherang-Sumedang pembebasan lahannya mencapai 95,5% dan untuk konstruksi sudah 85,46%. 

Baca juga : BPIP Berikan Anugerah Ke 75 Ikon Prestasi Pancasila

Sementara seksi 3 hingga Seksi 6 yang menghubungkan Sumedang-Cimalaka-Legok-Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 32,65 Km dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol (CKJT) dengan nilai investasi Rp 8,41 Triliun. 

Berdasarkan data untuk seksi 3 dari Sumedang ke Cimalaka 4,05 Km yang dikerjakan BUJT saat ini konstruksinya telah rampung 100%. 

Selanjutnya, tinggal pembangunan seksi 4-6 yang saat ini telah dimulai juga pekerjaan site clearing dan dijadwalkan selesai 14 bulan ke depan pada November 2021. 

Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Cisumdawu dan nantinya terhubung dengan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati akan mengurangi waktu tempuh dari Bandung sekitar 3 jam menjadi 1 jam. 

Baca juga : Global Fortune 500 dan Kuasa Pertambangan Pertamina

Dengan konektivitas yang semakin meningkat, maka operasional bandara akan semakin meningkat dan kompetitif. Konentivitas ini diharapkan bisa menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.  [NOV]


 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.