Dark/Light Mode

Ini 4 Fokus Menteri Yasonna Di 2021

Jumat, 8 Januari 2021 19:45 WIB
Menkumham Yasonna Laoly. (Foto: ist)
Menkumham Yasonna Laoly. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mengawali 2021, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly langsung tancap gas mendorong para pimpinan tinggi unit eselon I untuk meningkatkan kinerja.

Dalam rapat perdana pimpinan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) 2021, Yasonna menyampaikan empat fokus capaian kinerja yang harus dipenuhi bersama oleh seluruh pimpinan Unit Eselon I.

Pertama adalah pencegahan peluasan pandemi Covid-19 di lingkungan Kemenkumham. Sesuai arahan Presiden Jokowi, jajaran Kemenkumham diajak meningkatkan protokol kesehatan dalam pelayanan maupun perkantoran.

"Laksanakan protokol kesehatan secara ketat. Terapkan praktik 3T, yaitu tracing, testing, dan treatment. Jangan lupa 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," jelas Yasonna, Jumat (8/1/).

Berita Terkait : Menteri Yasonna Pamer Prestasi

Kedua, menjaga produktifitas. Meskipun berada dalam masa pandemi Covid-19, jajaran Kemenkumham diminta berkomitmen untuk tetap produktif dan meningkatkan capaian kinerja yang telah diraih pada tahun-tahun sebelumnya.

“Pandemi tidak boleh menghalangi produktifitas kerja”, tegas Guru Besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) itu.

Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi. Ini adalah solusi untuk tetap meningkatkan produktifitas di tengah pandemi Covid-19. Sebelumnya, pada Oktober 2020, Kemenkumham telah melaksanakan pengukuhan revolusi digital pelayanan publik.

Penerapan teknologi informasi diharapkan dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien bagi masyarakat. Para pimpinan Kemenkumham didorong membuat perencanaan serta pengkajian kebutuhan teknologi informasi yang tepat.

Berita Terkait : Prosesi Pemakaman Kakak Menko Polhukam Tertib Protokol Kesehatan

Beragam inovasi telah diciptakan dan digunakan untuk menunjang pelayanan di lingkungan Kemenkumham, antara lain Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dan Sistem Surat Masuk Keluar. 

Selain itu, ada pula Aplikasi APAPO pada Direktorat Jenderal Imigrasi, AHU Online pada Direktorat Jenderal AHU, dan Loket Virtual pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

“Di mana inovasi-inovasi itu telah memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap peingkatan PNBP,” ujarnya.

Yasonna mendorong para pimpinan untuk membuat perencanaan serta pengkajian kebutuhan teknologi informasi yang tepat sesuai kebutuhan serta dapat diakses dengan mudah dan terintegrasi dengan data nasional.

Baca Juga : Telisik Mutasi Covid-19, Kemenristek/BRIN Dan Kemenkes Teken MoU Surveilans Genom

Keempat adalah peningkatan dan pengembangan SDM. Semua target kinerja Kemenkumham hanya dapat dicapai oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pula. Oleh karena itu, para pimpinan tinggi madya di setiap unit eselon I diminta menjadikan pengembangan SDM sebagai salah satu fokus program di 2021.

"Tanpa didukung SDM yang kuat, semua target dan program kerja tidak akan terlaksana," tutup Yasonna.

Rapat pimpinan itu dihadiri oleh seluruh pimpinan tinggi madya, staf khusus dan staf ahli menteri. Yasonna didampingi oleh Wakil Menkumham, Eddy Hiariej dan PLT Sekjen Andap Budi Revianto. [DIR]