Dark/Light Mode

Dukung Food Estate

Air Masih Jadi Masalah Di NTT, Pemerintah Pertimbangkan Bangun Waduk Tambahan

Selasa, 23 Februari 2021 11:59 WIB
Presiden Jokowi (kiri) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau food estate di Kabupaten Sumba Tengah, NTT, Selasa (23/2). (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi (kiri) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau food estate di Kabupaten Sumba Tengah, NTT, Selasa (23/2). (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja untuk meninjau lumbung pangan atau food estate di Kabupaten Sumba Tengah, NTT.

Di wilayah tersebut, sudah disiapkan 5.000 hektar untuk keperluan food estate, dengan alokasi 3.000 hektar untuk tanaman padi dan 2.000 jagung. Rencananya, pemerintah akan memperluas food estate di Sumba Tengah hingga 10 ribu hektar. Dengan rincian 5.600 hektar untuk tanaman padi, dan 4.400 hektar untuk jagung.

Berita Terkait : Mentan SYL: Vaksin Terbaik Adalah Pangan Cukup

"Kenapa di NTT, Sumba Tengah? Karena memang berdasarkan data yg saya miliki, 34 persen kemiskinan ada di sini. Di Sumba Tengah, dalam setahun, cuma ada satu kali panen. Yakni, panen padi. Karena itu, kita ingin mengelola, agar setahun bisa 2 kali panen padi, dan 1 kali jagung atau kedelai," kata Jokowi dalam keterangan pers yang ditayangkan secara live streaming di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2).

Jokowi menegaskan, problem food estate - terutama di NTT - adalah air. Karena itu, pemerintah sudah membangun sumur bor yang masuk ke sawah sejak 2015, dan beberapa embung besar.

Baca Juga : Lagi, AS Jatuhi Sanksi 2 Jenderal Myanmar

"Tapi, itu masih jauh dari cukup. Tadi, Pak Bupati bilang masih kurang. Minta tambahan lagi. Pak Gubernur juga minta dibuatkan satu bendungan di Kabupaten Sumba Tengah dan sekitarnya. Untuk itu, saya sudah perintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau kemungkinan membangun waduk atau bendungan, embung tambahan, dan sumur bor. Diikuti Kementerian Pertanian (Kementan), untuk membantu kekurangan alsintan (alat mesin pertanian, Red) seperti traktor,"papar Jokowi.

Jokowi optimis, langkah-langkah tersebut akan membuat Indonesia semakin mantap menuju ketahanan pangan.

Baca Juga : Marquez Belum Pulih, Espargaro Jadi Andalan

"Kalau food estate yang ada di Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan NTT bisa kita optimalkan, saya yakin, kita bisa membangun sebuah ketahaan pangan yang baik untuk negara. Langkah ini akan kita fotokopi di provinsi lain, yang sudah memiliki kesiapan," pungkas Jokowi, yang dalam kesempatan tersebut antara lain didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo[HES]