Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ini Penjelasan Kemenpora Terkait RAN Kepemudan 2020-2024

Minggu, 4 Juli 2021 12:47 WIB
Rapat koordinasi nasional (rakornas) tahun 2021 yang digelar Westin Hotel and Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (3/7). (Foto : Kemenpora)
Rapat koordinasi nasional (rakornas) tahun 2021 yang digelar Westin Hotel and Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (3/7). (Foto : Kemenpora)

RM.id  Rakyat Merdeka - Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh menjadi narasumber secara virtual dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) tahun 2021 yang digelar Westin Hotel and Resort, Nusa Dua, Bali, Sabtu (3/7).

Pada kesempatan ini, Deputi Ni'am menjelaskan rencana aksi nasional (RAN) pelayanan kepemudaan 2020-2024 diimplementasikan dalam rencana aksi daerah (RAD).

"Tujuan umum RAN kepemudan 2020-2024 ini memberikan panduan dan arahan dalam pelaksanaan pembangunan kepemudaan bagi institusi pemerintah dan jejaring organisasi pemuda serta pemangku kepentingan kepemudaan lainnya, baik pada tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota," kata Deputi Niam.

Berita Terkait : BNI Raih Penghargaan Bank BUMN Terbaik 2021

Selain tujuan umum, RAN kepemudaan juga memiliki tujuan khusus yakni meningkatkan koordinasi lintas sektoral dijajaran pemerintahan dan juga ditataran pemangku kepentingan kepemudaan, agar bisa lebih bersinergi dalam mewujudkan pemuda Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.

"Kemudian, juga menyediakan perangkat pemantauan dan penilaian untuk berbagai kegiatan kepemudaan dalam periode 2020-2024," ujar Deputi Ni'am.

Lebih lanjut, menurut Deputi Ni'am, RAN merupakan bagian dari Perpres koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan layanan kepemudaan yang berisi rencana pelaksanaan capaian target oleh seluruh kementerian/lembaga.

Berita Terkait : Kemendag WFH 100 Persen, Kemensos 75 Persen

Kesepakatan dengan kementerian/lembaga terkait, bahwa dalam menentukan isu strategis RAN layanan kepemudaan ini akan dicapai dengan menaikkan nilai indeks pembangunan pemuda sebagai indikator utama pembangunan pemud Indonesia dengan fokus pada lima domain.

"Kelimanya yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi. Lalu, ada beberapa hal isu strategis kepemudaan yang diangkat, seperti pemberdayaan pemuda, pengembangan kepemimpinan pemuda, pengembangan kewirausahaan pemuda, penanggulangan perilaku negatif pemuda, dan lainnya," jelas Deputi Ni'am.

Selain Deputi Ni'am, juga ikut hadir dalam rakornas secara virtual yaitu: Analis Kebijakan Ahli Muda pada Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Rezha Pranatama, Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga pada Bappenas Woro Srihastuti Sulistyaningrum. [IPL]