Click Here

Dark/Light Mode

Gelontorkan 500 Peket Sembako

Airlangga: Layani Warga Dan Patuh Prokes, Driver Ojol Seperti Pahlawan

Minggu, 25 Juli 2021 23:48 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menhub Budi Karya Sumadi saat memberikan secara simbolis paket sembako kepada 500 pengemudi ojek online (ojol) dan angkutan Kota Bogor, Minggu, (25/7). (Foto: Ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menhub Budi Karya Sumadi saat memberikan secara simbolis paket sembako kepada 500 pengemudi ojek online (ojol) dan angkutan Kota Bogor, Minggu, (25/7). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, para pengemudi ojek online (ojol) seperti pahlawan di saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu dikatakan Airlangga dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat memberikan secara simbolis paket sembako kepada 500 pengemudi ojek online (ojol) dan angkutan Kota Bogor, Minggu, (25/7).

"Saya ingin memberikan apresiasi kepada para pengemudi ojek yang telah dengan luar biasa bekerja selayaknya pahlawan yang melayani masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam bekerja terutama dalam kondisi seperti saat ini," kata Airlangga.

"Kami berharap kerja sama Forkopimda terutama dalam penanganan PPKM ini memaksimalkan posko yang ada di daerah. Teman-teman pengemudi transportasi ini adalah pahlawan kita membawa kebutuhan masyarakat dari warung, dari restoran ke rumah masyarakat," tambahnya.

Berita Terkait : Menko Airlangga: Butuh Kesadaran Dan Upaya Kolektif Hadapi Pandemi

Airlangga mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan instruksi untuk terus menyebar bansos kepada masyarakat. Untuk menjaga ekonomi masyarakat selama pandemi, khususnya di wilayah PPKM Level 4, pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi Rp 744,75 Triliun.

Peningkatan alokasi anggaran ini di antaranya untuk Program Kartu Sembako, Diskon Listrik, Subsidi Kuota Internet, Kartu Prakerja, BSU, dan Bantuan Beras Bulog. Bantuan bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) pada daerah PPKM Level 4 juga dipastikan akan terus berlanjut dan ditingkatkan.

Antara lain berupa penambahan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 3,6 Triliun untuk 3 Juta peserta baru. Setiap penerima mendapat Rp 1,2 Juta. Kemudian pemberian bantuan untuk warung dan PKL sebesar Rp 1,2 Triliun untuk 1 Juta penerima dengan nilai yang sama yang akan disalurkan oleh TNI/Polri.

Pemerintah juga akan memastikan seluruh penyalurannya cepat dan tepat sasaran. Airlangga juga menyebut, terdapat pula bantuan sembako untuk 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau bantuan sembako PPKM untuk 5,9 juta KPM. Ada juga program tambahan perpanjangan, bantuan sosial tunai untuk 10 juta KPM. Adapula tambahan bantuan beras 10 kilogram untuk 28,8 juta KPM.

Berita Terkait : Menko Airlangga: KEK Batam Bisa Buat Indonesia Setara Negara Maju

Juga bantuan untuk warung dan pedagang kaki lima (PKL) untuk 1 juta penerima yang diberikan dalam PPKM level 4 dan 3. Setiap penerima mendapatkan uang tunai senilai Rp 1,2 juta.

Airlangga mengajak masyarakat untuk mendukung program vaksinasi dan ketat menjalankan protokol kesehatan. Untuk mempercepat vaksinasi di wilayah aglomerasi  Airlangga meminta kepada PT Jasa Raharja untuk terlibat dalam membantu pelaksanaan vaksinasi bagi para pengemudi angkutan umum.

Turut hadir dalam acara tersebut Wali Kota Bogor Bima Arya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, serta Jajaran Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kota Bogor. Acara dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan menggunakan face shield.

Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, bantuan ini ditargetkan bagi para pelaku ekonomi yang benar-benar membutuhkan. Terutama para ojol yang perannya saat ini begitu vital.

Berita Terkait : Warga Taat Prokes Cuma Saat Ditegur Petugas Saja

"Karena banyak warga yang tetap di rumah memesan ke ojol. Makanya difokuskan kepada ojol dan pengemudi angkot. Bantuan ini dari stakeholder di bidang perhubungan berupa sembako," kata Bima Arya.

Para pengemudi transportasi ini terdiri dari pengemudi ojek online (ojol) dan supir angkutan kota dan bus. Bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemhub) itu sebanyak 500 paket sembako untuk membantu meringankan beban para pengemudi transportasi di masa PPKM Level 4.

Menhub Budi Karya Sumadi menambahkan, komunikasi pemerintah dengan para operator transportasi ini penting dilakukan. Mengingat transportasi menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian.

"Satu hal yang sudah kita putuskan bahwa ada STRP atau izin untuk melaksanakan kegiatan untuk ojol sudah dilakukan secara kolektif. Dan secara individu nanti bisa ditujukan dengan menunjukkan uniform dan motornya," kata Budi. [FAQ]