Dark/Light Mode

Menko Polhukam Tak Tolerir Ancaman Selama Presidensi G20

Rabu, 15 September 2021 15:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Mahfud MD saat konferensi pers Persiapan Presidensi G20 yang digelar secara virtual, Selasa (14/9) malam. (Foto: Ist)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Mahfud MD saat konferensi pers Persiapan Presidensi G20 yang digelar secara virtual, Selasa (14/9) malam. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Mahfud MD menegaskan tak mentolerir ancaman keamanan selama Presidensi G20 Tahun 2022 di Indonesia.

Pihaknya telah menyiapkan aparat keamanan baik TNI dan Polri, bahkan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengeliminir ancaman apapun saat pelaksanaan Presidensi G20.

"Seluruh aparat keamanan akan mengantisipasi timbulnya berbagai ancaman. TNI dan Polri sudah kami siapkan. Kami bertekad untuk tidak memberikan toleransi atas munculnya ancaman dalam bentuk apapun yang dapat merusak citra dan kehormatan Bangsa Indonesia," ungkap Mahfud dalam konferensi pers Persiapan Presidensi G20 yang digelar secara virtual, Selasa (14/9) malam.

Berita Terkait : Pesan Mahfud: PLBN Sota Majukan Perekonomian Perbatasan

Mahfud yang juga menjadi Ketua Dukungan Penyelenggaraan Acara tersebut menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan persiapan prosedur keamanan dalam seluruh rangkaian kegiatan dan delegasi G20. Prosedur keamanan ini merujuk pada standar operasional (SOP) yang telah ditetapkan.

"Prosedur keamanan akan merujuk SOP dan penegasan Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BIN karena menyangkut keamanan para kepala negara, menyangkut martabat negara, akan kita lakukan dengan serius dan penuh kewaspadaan. Di lapangan, pengamanan akan kita lakukan dengan tegas, namun tetap ramah," tuturnya.

Selain itu, Mahfud berharap seluruh masyarakat Indonesia ikut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan Presidensi G20 Tahun 2022. Sehingga para tamu negara dan seluruh delegasi dapat melaksanakan tugasnya dengan aman dan nyaman.

Berita Terkait : Mahfud Minta Pemda Majukan Kawasan Perbatasan

Diingatkannya, gelaran Presidensi Indonesia G20 tahun 2022 akan menentukan citra kehormatan bangsa dan negara Indonesia di dunia internasional.

"Artinya, harus menjaga reputasi yang sudah kita bangun sejak lama sebagai negara yang sukses menyelenggarakan event-event internasional, bukan hanya penampilan fisiknya, tapi juga substansinya," tandasnya.

Dalam gelaran Presidensi dan KTT G20, Menko Polhukam didapuk menjadi Ketua Dukungan Penyelenggaraan Acara, Menko Perekonomian sebagai Ketua Sherpa Track, dan Menteri Keuangan sebagai Ketua Finance Track.

Berita Terkait : Menko Polhukam Instruksikan Aparat Mantapkan Pengamanan PON Papua

Untuk diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah sekaligus memimpin Presidensi G20 Tahun 2022 bagi 150 pertemuan antar negara yang secara resmi dilakukan mulai 1 Desember 2021 hingga 20 November 2022 mendatang. Hal ini sesuai dengan keputusan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15 di Riyadh, Arab Saudi pada 2020. Adapun serah terima Presidensi G20 2022 Indonesia akan dilakukan pada saat penyelenggaraan KTT G20 2021 di Roma, Italia, pada 30-31 Oktober 2021.

Presidensi G20 Indonesia terdiri dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, pertemuan tingkat Engagement Group, program Side Events, dan program Road to G20 Indonesia 2022. [FAQ]