Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Inggris Vs Argentina, Duel Mental Juara Menuju Final Piala Dunia 2026
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- Pelita Harapan Group Perluas Jaringan Ekosistem Pendidikan Di Bandung
- Purbaya: Rating BBB Dari S&P Buktikan Sentimen Negatif RI Tak Terbukti
Sebelumnya
Pemimpin Partai Hijau Per Bolund mengatakan, partainya tidak bisa mentolerir anggaran dari oposisi. Per Bolound pun mundur dari pemerintah.
Ketua Parlemen mengatakan, dia telah menerima pengunduran diri Andersson. Dia akan menghubungi para pemimpin partai sebelum memutuskan bagaimana mencari solusi masalah ini.
Baca juga : Jadi Pejabat Harus Siap Dihujat
Partai Hijau sudah menyatakan akan memberikan dukungan pada Andersson dalam formasi baru di parlemen. Sedangkan Partai Tengah berjanji memilih abstain. Adapun Partai Kiri menyatakan akan mendukung Andersson.
Dalam rangkaian gejolak politik Swedia, Andersson menjadi perempuan pertama menjabat PM. Parlemen Swedia memilih Andersson yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan sekaligus pemimpin Partai Sosial Demokrat.
Baca juga : AS Roma Vs AC Milan, Taktik Mourinho Diuji
Andersson terpilih menjadi PM usai mengantongi 174 suara parlemen. Sementara, 117 suara menentang, dan yang abstain sebanyak 57 suara.
Andersson menduduki posisi itu menggantikan PM Stefan Lofven, yang mengundurkan diri dua pekan lalu.
Baca juga : Presdir Bank CIMB Niaga Mengundurkan Diri
Di bawah sistem Swedia, kandidat PM tidak perlu mendapat dukungan mayoritas di parlemen. Mereka hanya perlu menghindari suara yang menentangnya atau 175 suara. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya