Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Blokir Dua Lembaga Keuangan Rusia
AS Ngebet Miskinkan Kolega Vladimir Putin
Kamis, 24 Februari 2022 08:10 WIB
Sebelumnya
Sebagai informasi, setelah kemerdekaan Luhansk dan Donetsk, diakui Putin, Rusia akan bisa bergerak lebih bebas di sisi timur Ukraina. Termasuk untuk membangun pangkalan militer.
Putin secara resmi mengakui dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina tersebut sebagai negara merdeka. Keduanya diakui sebagai Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk.
Senin itu juga, Putin memerintahkan, Kementerian Pertahanan untuk mengerahkan tentara yang dia sebut pasukan penjaga perdamaian ke Luhansk dan Donetsk. Langkah yang bikin Barat ketar-ketir.
Baca juga : Peneliti : Literasi Keuangan Harus Ditingkatkan Untuk Lindungi Konsumen
Orang Kaya Kena Imbas
Kekayaan orang terkaya di Rusia menunjukkan penurunan nilai di tengah meningkatnya konflik Rusia dengan Ukraina. Menurut Bloomberg Billionaires Index, sepertiga kekayaan Gennady Timchenko, yang memimpin daftar miliarder Rusia, menguap sejak 1 Januari lalu.
Timchenko tercatat memiliki kekayaan mencapai 16 miliar dolar AS, sebagian besar berasal dari saham di produsen gas Rusia Novatek. Nama konglomerat lain yang juga mengalami nasib yang sama adalah Leonid Mikhelson. Kekayaan tokoh yang juga pemegang saham Novatek ini anjlok 6,2 miliar dolar AS tahun ini.
Baca juga : DPD Belajar Lembaga Keuangan Mikro Ke Jateng
Sementara kekayaan Vagit Alekperov, Presiden Lukoil, turun sekitar 3,5 miliar dolar AS pada periode yang sama ketika saham perusahaan minyaknya merosot hampir 17 persen awal tahun ini.
Bloomberg mencatat, sebanyak 23 miliarder Rusia saat ini memiliki kekayaan bersih 343 miliar dolar AS. Jumlahnya turun dari 375 miliar dolar AS pada akhir tahun lalu.
Keadaan ini bakal terus memburuk sepanjang pekan ini, setelah Presiden Putin mengakui dua wilayah separatis Donetsk dan Luhansk di Ukraina Timur sebagai wilayah yang berdaulat.
Baca juga : Tok! OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Pasarkan Aset Kripto
Langkah tersebut menyebabkan Jerman menghentikan proyek energi dengan Rusia. Tak lama setelahnya, Inggris juga menjatuhkan sanksi pada lima bank Rusia beserta tiga konglomerat Rusia, termasuk Timchenko.
Dua nama lain yang masuk ke dalam daftar sanksi Inggris adalah Boris Rotenberg dan keponakannya, Igor Rotenberg, yang sama-sama memperoleh kekayaannya melalui perusahaan konstruksi pipa gas Stroygazmontazh.
Ketiga orang tersebut mendapat sanksi khusus karena dianggap dekat dengan Putin. Timchenko adalah putra seorang perwira militer Soviet yang bertemu dan berteman dengan Putin pada awal 1990-an. Sementara ayah Igor, Arkady, salah satu mantan mitra sparring judo Putin. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya