Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sri Mulyani memastikan, Indonesia tetap mengundang Rusia dan Ukraina, mengingat pentingnya kehadiran kedua negara itu.
Selain itu, lanjut dia, seluruh negara anggota mempunyai hak untuk menyampaikan pandangan masing-masing, utamanya mengenai risiko ekonomi global dan penanganannya.
Secara keseluruhan, Sri Mulyani puas dengan acara tersebut. Para anggota G20 telah memberikan pandangannya, terkait pentingnya menjaga kerja sama antar forum G20. Meski dihadapkan pada kecaman geopolitik antara Rusia dan Ukraina.
Menurutnya, permasalahan ini juga menjadi tanggung jawab anggota G20 untuk sama-sama mengatasi dan memberikan solusi. Karena geopolitik kedua negara ini sangat berpengaruh kepada ekonomi global.
Menurut dia, forum G20 penting untuk ikut memberikan solusi dampak perang Rusia-Ukraina. Bukan semakin memperburuk proses pemulihan ekonomi.
Baca juga : Bolehkan Tarawih Di Metaverse, Ini Tanggapan Pakar Komunikasi Unair
Kementerian Luar Negeri juga santai saja menanggapi aksi walkout AS Cs itu. Staf Khusus Program Prioritas Kemenlu dan Co-Sherpa G20 Indonesia, Dian Triansyah Djani mengungkapkan, aksi AS Cs itu hal biasa dan sering dilakukan dalam berbagai forum resmi. Bahkan, di sidang PBB atau pertemuan multilateral lainnya.
Dian memastikan, ulah AS Cs tidak mempengaruhi substansi rapat dan diskusi.
"Pembahasan substansi masih berjalan. Diharapkan, semua negara bisa berkontribusi pada agenda tersebut. Isu pembahasan di sektoral kementerian juga masih berjalan," kata Dian, dalam konferensi pers, kemarin.
Dian mengungkapkan, sebagai bentuk antisipasi agar kejadian serupa tak terulang kembali adalah dengan membangun komunikasi antar Head of Delegate dari masing-masing negara.
Mantan Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa ikutan berkomentar menanggapi kelakuan AS Cs. Dia memberikan jalan tengah, agar kejadian serupa tak terulang di acara puncak G20, November nanti.
Baca juga : Dikira Sudah Dikubur, Pria India Muncul Lagi
Kata dia, forum G20 memang harus digunakan sebagai arena untuk mendorong perdamaian antara Rusia dan Ukraina.
Karena itu, sebagai jalan tengah, sebaiknya Ukraina yang bukan anggota G20, juga diundang dalam forum tersebut.
"Sebagai Ketua G20, adalah kewajiban bagi Indonesia untuk secara persuasif membuat alasan, mengapa KTT mendatang di Bali memberikan kesempatan berharga untuk menempatkan diplomasi di garis depan, dalam mengakhiri konflik di Ukraina dan untuk mengatasi dampak ekonominya," kata Marty, dikutip dari Sydney Morning Herald, kemarin.
Agar tujuan tersebut tercapai, lanjutnya, semua anggota G20 harus setuju untuk hadir dan menjadi bagian dari solusi.
"Namun, untuk meningkatkan kemungkinan kemajuan dan pada prinsipnya, upaya semacam itu memerlukan penyertaan Ukraina dalam pembicaraan," ujarnya.
Baca juga : Jokowi Seneng Betul
Presiden AS, Joe Biden memang dari jauh-jauh hari ingin Indonesia mengundang Ukraina. Namun, Indonesia belum setuju.
Jubir Kemenlu Teuku Faizasyah mengatakan, keputusan tidak akan dibuat, sampai konsultasi diselesaikan dengan anggota lain.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi pekan ini berada di Eropa untuk menjajaki rekan-rekan G20 tentang keterlibatan Rusia dan Ukraina.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva mengatakan, tidak ada gunanya mengundang Ukraina ke KTT G20. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya