Dewan Pers

Dark/Light Mode

Duta Besar Indonesia Untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing

Ingatkan PMI Pahami Aturan Ketenagakerjaan

Selasa, 21 Juni 2022 07:05 WIB
Dubes RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing (kanan) bersama Minister Counsellor KBRI Colombo Heru Prayitno dalam webinar peringatan hari lahirnya Pancasila, di KBRI Colombo, Sri Lanka. (Foto RM/KBRI Colombo)
Dubes RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing (kanan) bersama Minister Counsellor KBRI Colombo Heru Prayitno dalam webinar peringatan hari lahirnya Pancasila, di KBRI Colombo, Sri Lanka. (Foto RM/KBRI Colombo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Colombo, menggelar kegiatan membumikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat Indonesia di Sri Lanka dan Maladewa dalam seminar yang digelar secara virtual dan offline, Sabtu (18/6).

Acara itu dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila (1 Juni). Tema acaranya: Semangat Kebangsaan Membumikan Nilai-Nilai Pancasila, Pelindungan WNI/Pekerja Migran Indonesia dan Pengembangan Kerja Sama Ketenagakerjaan dengan Sri lanka dan Maladewa.

“Sebagai warga negara Indonesia yang berada di Sri Lanka dan Maladewa, kita harus meningkatkan semangat kebangsaan dengan tetap melaksanakan nilai-nilai luhur Pancasila,” pesan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing, saat membuka seminar, dalam keterangan resmi KBRI Colombo, Senin (20/6).

Berita Terkait : Barikade Gus Dur Ingatkan Cak Imin Santun Berpolitik

Dubes Dewi juga meminta masyarakat dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sri Lanka dan Maladewa agar mengetahui aturan ketenagakerjaan dan ketentuan hukum yang berlaku. Dia berharap, pemahaman tersebut penting supaya para PMI tidak mengalami kesulitan dan menghadapi permasalahan hukum.

Acara tersebut menghadirkan empat pembicara, yaitu Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dian Muhammad, Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, Direktur Otoritas Pusat dan Hukum Internasional Kementerian Hukum dan HAM Tudiono, dan Direktur Penempatan Nonpemerintah Kawasan Asia dan Afrika Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Devil Sogia. 

Sesi pembahasan berlangsung dengan moderator Minister Counsellor KBRI Colombo Heru Prayitno. Hal-hal yang mengemuka pada pembahasan antara lain terkait pentingnya nilai-nilai Pancasila demi menyongsong Indonesia maju 2030 dan generasi emas Indonesia 2045, implementasi prinsip-prinsip pelindungan WNI di luar negeri, dan penempatan PMI secara aman, prosedural dan terlindungi.

 

Berita Terkait : Siloam Hospital Bikin Wisatawan Makin Tenang

Saat ini, ada sekitar 300 orang WNI di Sri Lanka. Ada yang menikah dengan warga setempat, profesional, dan bekerja di sektor pariwisata. Sementara di Maladewa, terdapat sekitar 2.500 orang bekerja di sektor pariwisata. Di Maladewa, juga terdapat PMI di sektor infrastruktur, dan menikah dengan warga setempat.

Terkait WNI di Sri Lanka, KBRI Colombo terus berkomunikasi dan memastikan bahwa mereka masih dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah krisis ekonomi yang menyebabkan kelangkaan BBM, gas LPG, obat-obatan dan pangan.

“KBRI Colombo dari waktu ke waktu terus memantau kondisi WNI dan siaga membantu memenuhi kebutuhan pokok para WNI yang sangat membutuhkan,” jelas Dubes Dewi.

Berita Terkait : Hasil Indonesia Open 2022: Laju Ginting Tertahan Axelsen Lagi

Mengenai Maladewa, Dubes Dewi menyampaikan, KBRI Colombo bekerja sama dengan Pemri Pusat terus berupaya meningkatkan jumlah PMI mengingat terbuka peluang kerja di berbagai sektor. Termasuk sektor kesehatan dan infrastruktur, selain sektor pariwisata dan perhotelan.

Acara tersebut dimeriahkan kuis dengan hadiah menarik, kepada peserta yang menjawab pertanyaan narasumber dengan benar. Selain mengikuti secara virtual, juga terdapat peserta yang secara langsung di KBRI Colombo, Sri Lanka.■