Dewan Pers

Dark/Light Mode

Disuruh Angkat Kaki Dari Singapura, Ditolak India

Rajapaksa Lontang-lantung

Rabu, 20 Juli 2022 08:22 WIB
Inilah suasana saat puluhan ribu demonstran Sri Lanka menyerbu Istana Presiden di Colombo.(Foto Reuters/Adnan Abidi)
Inilah suasana saat puluhan ribu demonstran Sri Lanka menyerbu Istana Presiden di Colombo.(Foto Reuters/Adnan Abidi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai kabur dari negaranya, mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa, lontang-lantung. Hingga kini belum ada negara yang mau menerimanya sebagai pelarian.

Usai Gotabaya Rajapaksa lengser, Sri Lanka berupaya bangkit. Negara di Asia Selatan itu bakal menggelar pemilihan Presiden di Parlemen, hari ini. Pendaftaran kandidat Presiden Sri Lanka telah dibuka Selasa (19/7).

Berita Terkait : Yes! Apriyani/Fadia Raih Gelar Ketiga!!!

Pelaksana Tugas (Plt) Presiden, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe telah menyatakan akan maju menjadi kandidat pengganti Rajapaksa.

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Menteri Media, Dullas Alahapperuma dan pemimpin utama oposisi Sri Lanka, Sajith Premadasa juga disebut-sebut mendaftarkan diri. 

Berita Terkait : Rajapaksa Tiba Di Singapura, Surat Pengunduran Diri Via Email Masih Divalidasi Jaksa Agung

Namun belakangan, Predamasa telah menyatakan mundur dari pencalonan, dan menyatakan mendukung Alahapperuma. Parlemen menjadwalkan pemilihan pada 20 Juli 2022.

Negara yang tengah mengalami krisis ekonomi terburuk setelah 74 tahun merdeka itu, kini tengah berjuang dari keterpurukan. Wickremesinghe mengatakan, negaranya hampir menyelesaikan negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF), sehari setelah ia mengumumkan keadaan darurat, Senin (18/7).

Berita Terkait : Tingkatkan Daya Saing, Pupuk Indonesia Gelar Konvensi Inovasi Dan Transformasi

Keadaan darurat tersebut ditetapkan untuk memadamkan kerusuhan sosial, mengatasi krisis ekonomi, serta mencegah kerusuhan menjelang pemungutan suara untuk memilih presiden baru.
 Selanjutnya