Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tak Bisa Kenali Keluarganya

Mantan PM Malaysia Abdullah Badawi Kena Demensia

Minggu, 11 September 2022 18:45 WIB
Mantan PM Malaysia Abdullah Badawi (Foto: The Star/Asia News Network via The Straits Times)
Mantan PM Malaysia Abdullah Badawi (Foto: The Star/Asia News Network via The Straits Times)

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Perdana Menteri Malaysia yang juga mantan Pemimpin Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) Abdullah Badawi (82), kini menderita demensia atau penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat, juga cara berpikir.

Info ini disampaikan menantu Abdullah, yang juga Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin.

Khairy bilang, Abdullah tak lagi mengenali atau mengingat anggota keluarganya.

Menurutnya, Abdullah mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif, tak lama setelah pensiun sebagai perdana menteri kelima Malaysia pada 2009.

Berita Terkait : Dibui 12 Tahun, Mantan PM Malaysia Nunggu Grasi Raja

Sejak saat itu, kondisinya memburuk.

"Sulit bagi kami untuk melihat penurunan fungsi kognitifnya secara jelas. Ada yang disadari, tapi banyak juga yang tidak. Keluarga telah memutuskan untuk membagikan informasi ini secara terbuka, agar masyarakat lebih memahami demensia dan gangguan kognitif," kata Khairy via Twitter, Minggu (11/9).

Abdullah yang akrab disapa Pak Lah, mengundurkan diri sebagai PM Malaysia pada tahun 2009. Posisinya, digantikan oleh Najib Razak.

Sejak itu, Pak Lah tak pernah terlihat oleh publik.

Berita Terkait : Dirawat 4 Hari Karena Covid, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad Tinggalkan RS Jantung

Khairy blak-blakan soal kondisi Abdullah, yang kini tak berdaya, akibat penyakit demensia. Pak Lah disebutnya pasrah di atas kursi roda.

Hal itu diungkap Khairy, dalam peluncuran Konferensi Psikologi Kedokteran Malaysia dan Pedoman Praktek Klinis Manajemen Demensia dan Skizofrenia.

"Tubuhnya ada, tapi pikirannya tidak. Dia bahkan tak ingat lagi nama saya, nama istri saya," kata Khairy, yang menikahi putri Pak Lah, Nori Abdullah seperti dilansir The Straits Times.

Kepada harian lokal News Straits Times, Khairy mengungkap, satu-satunya tanda yang membuat dia tahu, Pak Lah mengenalinya adalah ketika mata mertuanya berkedip.

Berita Terkait : BLT-nya Sebentar, Kenaikan Harganya Sepanjang Tahun

"Ada lebih banyak hari buruk, ketimbang hari baik. Itu sebabnya, Pak Lah jarang terlihat di publik. Tolong doakan dia dalam doa Anda. Kami sangat berharap, hari-hari ke depan bisa lebih baik," paparnya.

Khairy mengaku beruntung, bisa memberikan perawatan secara profesional. Sementara orang lain, tak mampu melakukannya.

"Penting bagi kita, untuk berinvestasi dalam kepedulian sosial. Mendukung keluarga, agar orang tercinta yang membutuhkan perawatan terus-menerus, bisa tetap terurus," tuturnya.
 Selanjutnya