Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Soal Rencana Latihan Nuklir Bareng
AS-Korsel Nggak Kompak
Rabu, 4 Januari 2023 05:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membantah Pentagon (Departemen Pertahanan AS) sedang dalam pembicaraan dengan Korea Selatan (Korsel) tentang latihan nuklir bersama. Sebelumnya, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol sesumbar tengah mendiskusikan rencana latihan militer bersama AS.
Dalam jumpa pers di Gedung Putih, kemarin, seorang reporter bertanya kepada Biden, apakah AS sedang membahas latihan nuklir bersama dengan Korsel. Biden pun menjawab dengan lugas. “Tidak,” ujar Biden kepada wartawan seperti dilansir Bloomberg.
Baca juga : Seoul Kebobolan Drone Korut, Presiden Korsel Ngamuk
Namun, Biden tidak merinci jawaban tersebut. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih pun tidak menanggapi permintaan mengklarifikasi pernyataannya.
Terlepas dari penyangkalan singkat Biden, Presiden Yoon baru-baru ini mengatakan kepada surat kabar Korsel Chosun Ilbo, kedua negara sedang membahas cara mengoperasikan kekuatan nuklir AS di bawah konsep ‘Perencanaan Bersama Latihan Bersama’. Tujuannya, untuk menanggapi senjata nuklir dan rudal Korea Utara (Korut).
Baca juga : Bos Jasa Raharja Bareng Kakorlantas Cek Kesiapan Nataru
Dalam wawancara yang sama, Yoon juga menilai, pencegahan perlindungan “payung nuklir” AS atas Korsel tidak lagi bisa meyakinkan warga negara Korut yang melihat aksi agresif Korut. Yoon menekankan, pemerintahannya menginginkan peran yang lebih aktif dalam mengelola senjata nukilir di Semenanjung Korea.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya