Dark/Light Mode

Catatan Perjalanan Ke Iran (6)

Ke Kantor Berita Republik Islam, IRNA

Selasa, 14 Maret 2023 08:08 WIB
Wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi bersama Reza Khoshlahjeh (kiri) dan Mohamad Reza (kanan) di Kantor Berita Republik Islam, IRNA (The Islamic Republic News Agency) di Teheran. [Foto: Rusma/RM.id].
Wartawan Rakyat Merdeka & RM.id, Muhammad Rusmadi bersama Reza Khoshlahjeh (kiri) dan Mohamad Reza (kanan) di Kantor Berita Republik Islam, IRNA (The Islamic Republic News Agency) di Teheran. [Foto: Rusma/RM.id].

 Sebelumnya 
Setelah Revolusi Iran pada Februari 1979, Dewan Revolusi (Shawra-ye-Enqelab), pada Juni 1979, mengganti nama Kementerian Informasi dan Pariwisata menjadi Kementerian Bimbingan Nasional (atau Kementerian Bimbingan Nasional). Pada tahun yang sama, Kantor Berita Pars diubah namanya menjadi Kantor Berita Republik Islam, IRNA.

Kami diterima Manajer Internal IRNA, Reza Khoshlahjeh dan Asistennya, Mohamad Reza. Bagi wartawan yang ingin berita yang mewakili kepentingan Pemerintah Iran, salah satunya adalah penting untuk melihat bagaimana pemberitaan IRNA. Maklum, meski setiap kantor berita mengklaim menerapkan liputan berimbang, tetap saja yang terjadi seringkali bias dalam pemberitaan yang biasa terlihat.

Baca juga : Hubungan Indonesia-Iran, Wakil Dunia Islam Global

Akan halnya pemberitaan tentang Iran oleh media Barat misalnya, ini juga kentara terlihat, yang biasa cenderung memberitakan secara negatif banyak kebijakan Pemerintahan Republik Islam Iran. Sehingga melihat versi IRNA terkait pemberitaan tentang Iran, juga perlu dilakukan. Tentu pula dengan mengingat, IRNA memang mewakili sikap resmi Pemerintah Iran.

Menariknya, bila kantor-kantor berita Iran lainnya umumnya hanya tampil dengan tiga bahasa, seperti Persia, Arab dan Prancis atau Jerman, IRNA adalah satu-satunya kantor berita Pemerintah Iran yang tampil dengan 10 bahasa. Yakni Persia, Arab, Inggris, Turki, Spanyol, Rusia, Urdu, Jerman, Prancis, China. “Semuanya aktif,” jamin Khoshlahjeh, yang salah satu tugasnya adalah mengawasi seluruh pemberitaan 10 bahasa itu.

Suasana ruang redaksi kantor berita IRNA di Teheran, Iran. [Foto: Rusma/RM.id]

Baca juga : Berasa Aneh, Hari Kerja Di Iran Di Hari Minggu

Hingga saat ini, jelasnya, IRNA sudah bekerjasama dengan lebih dari 75 kantor berita resmi Pemerintah di seluruh dunia, termasuk dengan kantor berita Pemerintah Indonesia, Antara. “Terutama terus mengembangkan kerjasama dengan negara-negara Muslim,” lanjut Khoshlahjeh.

Di tengah tekanan-tekanan Barat dan banyaknya sanksi internasional terhadap Iran, jelasnya lagi, IRNA terus berupaya berinovasi. Termasuk karena sekarang orang sudah banyak menggunakan smartphone, sehingga IRNA pun juga berencana mengembangkan penyajian berita-berita menggunakan perangkat multimedia di media sosial. (Bersambung)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.