Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Workshop 1: Net-Zero Emissions 101, ICJN FPCI-Kedubes Denmark
Dampak Krisis Iklim, Serem!
Sabtu, 15 April 2023 07:08 WIB
Sebelumnya
Energi, Medan Tempur Net Zero Emisi
Energi, adalah medan pertempuran net zero emisi. Hal itu diingatkan August Axel Zachariae, Kepala Kerjasama Energi di Kedutaan Besar Denmark, Jakarta.
Baca juga : Dino: Soal Iklim, Denmark Nganggap Seperti Agama
Menjadi pembicara acara Workshop 1 : Net-Zero Emissions 101, Indonesian Climate Journalist Network (ICJN), yang digelar atas kerjasama antara Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) dan Kedutaan Besar (Kedubes) Denmark di Indonesia, Selasa, 28 Maret 2023 di kantor FPCI, Jakarta, Zachariae juga bercerita pengalaman transisi energi hijau negara, Denmark.
Pada 1970-an, ungkapnya, Denmark sebenarnya mengalami krisis minyak. Kondisi itu akhirnya memaksa negaranya mengubah konsumsi energi. Hingga akhirnya kini, PV atau fotovoltaik, yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik termasuk angin, jadi lebih murah daripada opsi fosil mana pun dalam hal pemasangan unit-unit pembangkit listrik baru.
Kepala Kerjasama Energi, Kedutaan Besar Denmark, Jakarta, August Axel Zachariae. [Foto: Rusma/Rakyat Merdeka/RM.id]
Baca juga : Pupuk Indonesia Bangun Ekosistem Amonia Bersih
Melihat dampak kerusakan akibat perubahan iklim sejauh ini, dia menegaskan, penghapus bahan bakar fosil dan meningkatkan energi terbarukan sudah jadi kebutuhan mendesak.
Juga mengacu kepada pengalaman negaranya, melalui kerja sama antar Pemerintah dan kemitraan jangka panjang, sejauh ini, kata Zachariae, Denmark sudah berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca secara global. Juga terhadap pembukaan dan pematangan pasar untuk teknologi hijau, hingga memperkuat kerjasama dengan negara-negara dengan tingkat signifikansi strategis
Baca juga : Perubahan Iklim Sudah Jadi Krisis, Saatnya Aksi Bersama
“Sejauh ini, Denmark sudah bekerjasama dengan 24 negara, termasuk Indonesia,” jelasnya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya