Dark/Light Mode

Dibui Gara-gara AI Salah Identifikasi

Senin, 18 Desember 2023 06:57 WIB
Alexander Tsvetkov, ilmuwan di Rusia, yang dibui selama 10 bulan karena kesalahan identifikasi dari sistem kecerdasan buatan. (Foto Oddity Central)
Alexander Tsvetkov, ilmuwan di Rusia, yang dibui selama 10 bulan karena kesalahan identifikasi dari sistem kecerdasan buatan. (Foto Oddity Central)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ilmuwan di Rusia, Alexander Tsvetkov, terpaksa menghabiskan 10 bulan di bui, setelah sistem kecerdasan buatan (AI) salah mengidentifikasi, dan menilainya sebagai pembunuh.

Melansir Oddity Central, Tsvetkov yang merupakan ahli hidrologi Rusia di Institut Biologi Air Pedalaman, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dipenjara sejak Februari 2023. Tsvetkov dikeluarkan dari pesawat setelah perjalanan kerja ke Krasnoyarsk.

Petugas memberitahu, ia telah diidentifikasi sebagai pelaku serangkaian pembunuhan lebih dari 20 tahun yang lalu. Indentifikasi itu dilakukan dengan sistem AI yang menetapkan, wajah Tsvetkov 55 persen cocok dengan sketsa seorang pembunuh.

Baca juga : Dari Rakyat Biasa, Mahfud Identik Dengan Sosok Bersih Dan Lurus

Hasil investigasi mengatakan, Tsvetkov dan kaki tangannya membunuh setidaknya dua orang di wilayah Moskow pada 2 Agustus 2002. Namun beberapa ilmuwan rekannya membantah, dan mengatakan, Tsvetkov bersama mereka pada saat pembunuhan tersebut.

Pembunuhan yang dituduhkan kepada Tsvetkov, pertama adalah seorang pria yang diduga mabuk bersama para tersangka. Korban dibunuh setelah pertengkaran.

Pada malam yang sama, mereka merampok seorang wanita berusia 64 tahun, sebelum akhirnya menyerang dan membunuh seorang wanita lain dan ibunya yang berusia 90 tahun dengan dalih ingin menyewa apartemen.

Baca juga : Ini Saran Pakar Agar Gibran Tak Lagi Salah Membuat Pernyataan

Terduga kaki tangan Tsvetkov melapor dan mengakui pembunuhan tersebut. Namun dari hasil keterangannya ada yang aneh. Disebutkan, Tsvetkov pernah menjadi tunawisma di Moskow. Ia juga bersaksi Tsvetkov suka minum alkohol, dan merokok setengah bungkus sehari. Padahal, sang ilmuwan tidak pernah menjadi tunawisma, tidak minum alkohol, dan tidak pernah merokok seumur hidupnya karena masalah paru-paru.

Kaki tangannya juga ingat bahwa Tsvetkov memiliki tato cincin di jari-jarinya dan pola Celtic di tangan kirinya. Namun kerabat ilmuwan tersebut mengatakan bahwa Tsvetkov tidak pernah memiliki tato. Banyak rekan ilmuwan Tsvetkov yang bersaksi, tempat mereka berjarak ratusan kilometer dari tempat pembunuhan itu terjadi. Namun pihak berwenang tidak mempertimbangkannya.

Ahli hidrologi tersebut diduga dipaksa untuk menulis pengakuan. Kemudian dia harus menghabiskan 10 bulan terakhir di balik jeruji besi. Sementara keluarganya berusaha mati-matian mengeluarkan Tsvetkov dari penjara.

Baca juga : Susah Dapat SIM Gara-gara Oplas

Meskipun banyak bukti yang dapat membebaskan Tsvetkov dari kasus pembunuhan ini, pihak berwenang Rusia lebih mempercayai sistem AI. Kasus Tsvetkov telah menjadi berita utama di Rusia selama berbulan-bulan. Ilmuwan tersebut akhirnya dibebaskan, awal bulan ini, berkat demo. Serta ada rumor bahwa intervensi Presiden Rusia Vladimir Putin turut membantu pembebasan Tsvetkov. Sayangnya, dakwaan terhadapnya belum dibatalkan, sehingga dia belum bebas dari hukuman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.