Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Hajriyanto Y Thohari Serahkan Primaduta Award Ke Pengusaha Lebanon
Senin, 15 Januari 2024 05:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut terus mendukung peningkatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Lebanon. Untuk itu, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari menyerahkan Primaduta Award kepada pengusaha dan importir Lebanon, George R Fattouh. Ia dinilai berjasa memasarkan produk Indonesia di negara yang dijuluki Paris dari Timur itu.
Upacara penyerahan penghargaan berlangsung secara sederhana di aula KBRI Beirut, Kamis (11/1/2024). Dalam kesempatan tersebut, Dubes Hajriyanto menyampaikan apresiasinya, atas kerja sama antara Fattouh dengan perusahaan-perusahaan Indonesia.
Baca juga : Prabowo: Jangan Kebaikan Kita Balas dengan Penghianatan
“Semoga nanti makin banyak pengusaha Lebanon yang membantu memasarkan produk Indonesia,” harapnya.
Fattouh merupakan pemilik dari perusahaan George R. Fattouh S.A.L, yang sejak 1980-an telah mengimpor produk-produk Indonesia. Seperti minyak sawit dan turunannya, oil and fats (cocoa butter replacer and substitute, spread fat, hydrogenated palm kernel oil, lauric confectionery fats), kertas karton, hingga alat tulis dan perlengkapan sekolah. Beberapa produk Indonesia tersebut kini dapat ditemui di sejumlah jaringan supermarket ternama, seperti Spinney’s dan Carrefour.
Baca juga : Didampingi Hary Tanoe, Ganjar Terima Dukungan Dari Pengusaha Mie Dan Bakso
Pada 2022, nilai impor produk Indonesia oleh George R. Fattouh S.A.L. tercatat mencapai 981,3 juta dolar AS atau sekitar Rp 15,3 triliun. Angka ini meningkat dibanding 2021 yang mencapai total 831,8 juta dolar AS (Rp 13 triliun).
Fattouh menyampaikan, terdapat minat tinggi dari pasar di Lebanon terhadap produk-produk Indonesia yang dikenal berkualitas. Namun, saat ini terdapat tantangan berupa tingginya biaya freight atau kargo pengangkutan barang akibat perkembangan kondisi keamanan di kawasan. Hal ini mengakibatkan Fattouh harus menghentikan impor beberapa produk tertentu dari Indonesia dan mengalihkan impor dari negara lain di Eropa karena biaya yang lebih rendah.
Baca juga : Konflik Meluas, Pemerintah Siapkan Skema Pemulangkan WNI Dari Lebanon
Pada kesempatan itu, Fattouh juga mengharapkan agar Pemerintah Indonesia dapat memberikan kemudahan bagi pengusaha Lebanon dalam melakukan perjalanan ke Indonesia, utamanya terkait dengan visa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya