Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kambuh lagi. Ia kembali melakukan uji coba rudal, pada Kamis (28/11). Kali ini, seri rudal balistik super besar.
Ada dua proyektil jarak pendek yang ditembakkan ke laut lepas pantai timur Korut. Percobaan ini yang terbaru dari tiga tes peluncur roket baru sebelumnya.
Jong Un, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Korut, KCNA mengaku sangat puas dengan uji coba tersebut. Dari foto-foto yang diposting KCNA, pemimpin Korut yang hadir dengan mengenakan jaket kulit hitam, tampak semringah. Ia mendapat tepuk tangan meriah dari pasukan Korut yang mengenakan topi berbulu.
“Pemimpin Tertinggi menyatakan kepuasan yang besar atas hasil uji coba,” bunyi laporan KCNA, sebagai dilansir Reuters kemarin.
Baca juga : Ada Lagi Yang Bebas?
KCNA menyebut, uji coba tembakan voli rudal seri terbaru itu untuk memeriksa aplikasi tempur dari sistem peluncuran roket multi super besar. Sekaligus untuk membuktikan keunggulan militer dan teknis dari sistem persenjataan.
Uji coba sistem rudal super-besar ini
merupakan yang keempat sejak Agustus. Korut juga menembakkan senjata lain dalam beberapa bulan terakhir. Serangkaian uji coba ini disinyalir bagian dari upaya untuk meningkatkan tekanan pada Amerika Serikat.
Seperti diketahui, perundingan denuklirisasi antar kedua negara sudah terhenti sejak KTT Hanoi. Jong Un sudah menetapkan batas waktu sampai akhir tahun ini untuk kembali bernegosiasi dengan Washington.
Baca juga : Real Madrid Keok, Barcelona Pimpin Klasemen
Negosiasi masih mentok. Korut masih menuntut pencabutan sanksi ekonomi dan memperingatkan negara itu bisa mengambil “jalan baru.” Banyak pihak khawatir, jika sanksi dicabut,
Korut dapat kembali melanjutkan uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang ditangguhkan sejak 2017.
Soal peluncuran rudal, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ikut angkat bicara. Dia menilai apa yang dilakukan Korut adalah “pembangkangan serius”. Sebab, negara tetangganya itu dilarang melakukan peluncuran rudal di bawah sanksi Dewan Keamanan PBB atas program nuklir dan misilnya.
“Beberapa peluncuran rudal oleh Korea Utara adalah tantangan serius tidak hanya bagi Jepang, tetapi juga masyarakat internasional,” kata Abe kepada wartawan, Kamis (28/11) dilansir Reuters.
Baca juga : Korban Jiwa Topan Hagibis, Jepang Tembus 66 Orang
Jepang, lanjut Abe akan terus berhubungan dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan komunitas internasional untuk memantau situasi. “Kami akan meningkatkan kewaspadaan kami untuk menjaga keselamatan dan aset rakyat Jepang,” pungkasnya. Saat ini, penjaga pantai Jepang sedang memantau, di mana proyektil itu mendarat.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) menyatakan Korea Utara menembakkan dua proyektil ke laut dari peluncur di kota pantai timur Yonpo sekitar pukul 5 sore. Proyektil itu diperkirakan menempuh jarak hingga 380 km (236 mil) dan mencapai ketinggian 97 km (60 mil). [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya