Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dipermalukan & Diusir Trump Di AS
Zelensky Dipeluk Dan Dimuliakan PM Inggris
Senin, 3 Maret 2025 04:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendapatkan pelukan hangat dari Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, di London, Inggris, Minggu (2/3/2025). Sebelumnya, Zelensky sempat dipermalukan dan diusir Presiden Amerika Serikat (AS) saat berada di Washington DC.
Dalam video yang diunggah akun X @ZelenskyyUa, kedatangannya disambut ratusan orang yang mendukung Ukraina. Sesampai di Downing Street, (kantor dan kediaman PM Inggris), Zelensky disambut serta dimuliakan PM Stramer yang mengajak jabat tangan dan memeluknya.
Baca juga : Setelah Dilecehkan Trump, Zelensky Diundang Raja Charles Ke Istana Sandringham
Pria kelahiran 25 Januari 1978 itu mengenakan pakaian non formal berwarna hitam saat bertemu Starmer. Zelensky konsisten mengenakan pakaian bergaya tempur itu sejak perang dengan Rusia dimulai 24 Februari 2022.
Zelensky menyebut, pertemuannya dengan PM Starmer sangat hangat dan bermakna. Dalam pertemuan itu, dia mendapatkan banyak dukungan dari rakyat dan Pemerintah Inggris.
Baca juga : Petisi Denmark Mau Beli California Dari Trump Diteken Lebih Dari 200 Ribu Orang
“Kami membahas tantangan yang dihadapi Ukraina dan seluruh Eropa, koordinasi dengan mitra, langkah konkret untuk memperkuat posisi Ukraina, dan mengakhiri perang dengan perdamaian yang adil, serta jaminan keamanan yang kuat,” katanya, di platform X, Minggu (2/3/2025).
Zelensky mengatakan, Ukraina dan Inggris menandatangani Perjanjian Pinjaman. Dilansir AFP, Ukraina mendapatkan kucuran dana dari Inggris sebesar 2,26 miliar poundsterling (sekitar Rp 47,2 triliun).
Baca juga : Pasca Keluarkan Ide Gila Mau Kuasai Jalur Gaza, Trump Terancam Dimakzulkan
Uang itu dipinjamkan Inggris untuk mendukung kemampuan pertahanan Ukraina. Dana tersebut dapat dibayar kembali dari aset Rusia yang berhasil dilumpuhkan Ukraina.
“Dana tersebut akan diarahkan untuk produksi senjata di Ukraina. Ini adalah keadilan sejati. Orang yang memulai perang harus menjadi orang yang membayar,” cuitnya lagi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya