Dark/Light Mode

Dipermalukan & Diusir Trump Di AS

Zelensky Dipeluk Dan Dimuliakan PM Inggris

Senin, 3 Maret 2025 04:05 WIB
BERPELUKAN: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (kanan)dan PM Inggris Keir Starmer, berpelukan di depan Kediaman/Kantor PM Inggris, 10 Downing Street di London, Inggris, Sabtu, (1/3/2025). (Foto Bloomberg)
BERPELUKAN: Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (kanan)dan PM Inggris Keir Starmer, berpelukan di depan Kediaman/Kantor PM Inggris, 10 Downing Street di London, Inggris, Sabtu, (1/3/2025). (Foto Bloomberg)

 Sebelumnya 
Tak lupa, Presiden Ukraina mengucapkan terima kasih kepada rakyat dan Pemerintah Inggris. Sebab, negeri Raja Charles telah memberikan banyak dukungan bagi negaranya sejak awal perang antara Ukraina dan Rusia terjadi.

“Kami senang memiliki mitra strategis seperti itu dan berbagi visi yang sama tentang seperti apa masa depan yang aman bagi semua orang,” ujarnya.

Dukungan untuk Ukraina juga disampaikan PM Starmer lewat akun X @Keir_Starmer, Minggu (3/2/2025). Starmer mengatakan, dukungannya untuk Ukraina tidak akan pernah goyah.

“Saya bertekad untuk menemukan jalan yang mengakhiri perang ilegal Rusia dan memastikan perdamaian yang adil dan abadi yang mengamankan kedaulatan dan keamanan Ukraina di masa depan. Slava Ukraina,” tulisnya.

Baca juga : Setelah Dilecehkan Trump, Zelensky Diundang Raja Charles Ke Istana Sandringham

Zelensky dan Starmer bertemu secara tertutup selama sekitar 75 menit dan berpelukan lagi saat akan berpisah. Zelensky dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III pada Minggu (2/3/2025), waktu Inggris.

Zelensky akan mengadakan pembicaraan darurat di London dengan para pendukung Kiev dari Eropa. Pertemuan itu juga akan dihadiri PM Kanada Justin Trudeau.

Zelensky Vs AS

Pertemuan Zelensky dengan PM Starmer sangat kontras dengan adu mulut yang terjadi di Ruang Oval, Gedung Putih, AS pada Jumat (28/2/2025). Pada pertemuan luar biasa itu, Zelensky berani adu argumen dengan Presiden Donald Trump dan wapresnya, JD Vance.

Baca juga : Petisi Denmark Mau Beli California Dari Trump Diteken Lebih Dari 200 Ribu Orang

Zelensky melakukan kunjungan ke AS terkait dengan kepastian jaminan keamanan untuk melindungi wilayah negaranya yang terus diinvasi Rusia. Vance mengatakan kepada Zelensky, di bawah kepemimpinan Presiden Trump, AS memiliki pendekatan yang berbeda untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Zelensky berupaya mengingatkan kepada Vance bahwa Rusia telah melakukan pendudukan sejak tahun 2014 dengan mencaplok wilayah Crimea. Zelensky mengatakan, dirinya pernah menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun, kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran dan membuat kondisi di lapangan makin tegang.

Konflik tidak berhenti sebagaimana yang diharapkan hingga saat ini. Zelensky bertanya tentang negosiasi apa yang sedang dilakukan Negeri Adidaya itu. Pertanyaan itu dijawab Vance, dengan negosiasi yang akan mengakhiri kehancuran Ukraina.

Di depan media, Zelensky tampak geram dan kembali berusaha berargumen. Trump kemudian menyela dan menyatakan bahwa Zelensky tidak dalam posisi untuk mendikte AS. Zelensky juga disebut telah menempatkan Ukraina dalam posisi yang sangat buruk. Ia juga dituding tidak sopan.

Baca juga : Pasca Keluarkan Ide Gila Mau Kuasai Jalur Gaza, Trump Terancam Dimakzulkan

Pernyataan tersebut kembali ditegaskan oleh Trump di akun X @realDonaldTrump. “Saya tidak menginginkan keuntungan, saya menginginkan PERDAMAIAN. Ia tidak menghormati Amerika Serikat di Ruang Oval yang disayangi. Ia dapat kembali ketika ia siap untuk Perdamaian,” kata Trump.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.