Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
RM.id Rakyat Merdeka - Meski dikenal sebagai negara maju, ternyata warga Australia banyak yang belum mematuhi imbauan physical distancing untuk menghindari virus corona.
Salah satu bukti, seperti dilaporkan dailymail, Selasa (1/4) kepolisian New South Wales (NSW) terpaksa membubarkan remaja dan anak muda yang berkumpul di taman, kolam renang dan pantai di kota itu.
Baca juga : Terapkan Physical Distancing, Uang Pensiun Taspen Kini Bisa Diambil di ATM BNI
Sudah jadi kebiasan anak muda di Australia untuk nongkrong di taman bersama teman-teman mereka. Buka baju, berjemur sambil ngobrol ngalor ngidul.
Padahal sebelumnya, pemerintah Australia sudah memerintahkan warganya untuk tidak keluyuran dan diam di rumah. Siapa yang melanggar akan didenda. Namun masih banyak warga Australia yang ngeyel.
Baca juga : Pelaku Pembalakan Kayu Ilegal Disidang Online
Karena itu, akhir pekan lalu, pemerintah NSW terpaksa menutup Pantai Bondi. Karena, meski sudah ada larangan keluar rumah, pantai ini justru masih dipenuhi ratusan orang. Polisi pun terpaksa membubarkan para pengunjung pantai. [KRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya