Dark/Light Mode

Dinilai Gagal Tangani Corona, Popularitasnya Melorot

Trump Kaget Disalip Biden

Sabtu, 2 Mei 2020 06:19 WIB
Donald Trump (kiri) dan Joe Biden
Donald Trump (kiri) dan Joe Biden

 Sebelumnya 
Persetujuan warga Amerika atas kepresidenan Trump telah turun 6 persen sejak 24 Maret, tak lama setelah ia menyarankan orang untuk mengisolasi diri selama 15 hari untuk memperlambat penyebaran virus dan menandatangani paket bantuan darurat. Hal ini terekam pada jajak pendapat 24 Maret lalu, saat Gallup mengukur peringkat persetujuan Trump beberapa hari sebelum AS menjadi negara tertinggi kasus virus corona di dunia. Kemarin, dari pantauan worldmeters.info, kasus positif corona di Negeri Paman Sam lebih dari 1,1 juta. Yang meninggal lebih dari 67.000 dan sembuh 173.725.

Dalam hal prospek pemilihannya kembali, angka jajak pendapat ini harus mengkhawa- tirkan Trump. Namun Presiden AS ini menanggapi dingin hasil survei ini. Menurutnya, warga AS tidak sebodoh itu sampai lebih memilih Biden dibanding dirinya.

“Saya tidak mempercayai survei yang ada. Saya percaya warga Amerika adalah warga yang pintar. Saya tidak yakin mereka akan memilih orang yang inkompeten sebagai presiden Amerika,” ujar Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih dikutip Reuters, kemarin.

Baca juga : Hoaks, Petugas Penanganan Corona Minta Kaos Bersih

Trump melanjutkan, Biden tidak hanya inkompeten saat ini saja, namun sepanjang karier politiknya. Trump bahkan mengatakan, tidak ada yang bagus dari kinerja Biden selama ini. Terutama dari sisi kebijakan luar negeri. Oleh karenanya, menurut Trump, dirinya lebih pantas menjadi presiden.

“Ia sudah inkompenten selama 30 tahun. Apapun yang ia lakukan hasilnya buruk. Kebijakan luar negerinya juga bencana,” ujar Trump.

Meski mencoba mengabaikan hasil survei, beberapa sumber internal menyebut Trump sesungguhnya kaget dengan hasil tersebut. Sebab, ia tidak menyangka Biden akan menyalipnya.

Baca juga : Gegara Corona, Pendapatan Perum Damri Anjlok Hingga 90 persen

Trump bahkan sampai mempertanyakan kinerja manajer kampanyenya, Brad Parsacle, karena berbagai data menunjukkan presiden kontro-versial itu sudah pasti kalah jika pemilu digelar sekarang.

Bela Rival

Meski kerap saling serang, ter- nyata soal urusan wanita, Trump membela Biden. Trump bersuara soal tuduhan pelecehan seksual yang dilempar Tara Reade kepada Biden. Biden dituduh telah melakukan pelece- han seksual kepada Reade, yang merupakan asistennya semasa menjadi senator, pada 1993. Soal ini, Trump membela ri- valnya. Ia menyebut Reade telah salah tuduh. “Saya tidak tahu apapun soal masalah ini. Tapi saya rasa saya harus merespons situasi ini,” ujar Trump di Gedung Putih, kemarin. “Bisa saja tuduhan itu salah sasaran. Saya sudah biasa dengan berbagai tuduhan salah sasaran,” sambung Trump.

Baca juga : Trend Korban Corona Terus Menurun, Iran Kembali Bernapas

“Saya sudah berulang kali di- tuduh yang aneh-aneh, dan ini hal biasa,” lanjutnya. Trump menambahkan, Biden adalah pria yang hebat dan telah mendapat tuduhan salah. “Saya sebenarnya tidak bisa mewakili Biden. Saya hanya berpikir, ia seharusnya menjawab semua rumor ini,” tandas Trump. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.