Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ryan mengatakan, dunia masih perlu jalan panjang untuk menurunkan kewaspadaan mereka terhadap virus ini. Ia juga mengingatkan pengembangan vaksin tidak menjamin kita bisa mengalahkan corona. "Masih lama sampai lonceng pertanda bahaya bisa berhenti berbunyi," kata dia. Bukannya berkurang, virus bahkan diproyeksi malah semakin berkembang. "Virus ini tidak akan pergi," katanya.
Terakhir, ia mengecam negara yang menerapkan kebijakan longgar dan herd immunity. WHO menekankan, saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi manusia untuk berpikir bahwa pandemi virus corona telah membaik.
Baca juga : Pahlawan Datang, Bajingan Muncul
Ryan menyebut, herd immunity adalah sebuah konsep yang buruk dalam menangani wabah. "Manusia bukanlah ternak (herds), dan lagi pula konsep herd immunity biasanya digunakan untuk menghitung berapa banyak orang yang perlu divaksinasi dan populasi untuk menghasilkan efek itu," kata Ryan.
Herd immunity dideskripsikan sebagai kondisi kita sebuah populasi manusia sudah cukup kebal terhadap penyakit dan dengan demikian dapat menghambat penyebaran infeksi. Namun, penerapan konsep herd immunity mendapat kritikan keras dari para ahli kesehatan karena bisa menimbulkan banyak kematian dalam proses mencapai kekebalan tersebut.
Baca juga : Koordinasi, Bukan Saling Serang
Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menambahkan, berhasil atau tidaknya virus corona dikendalikan bergantung pada kerja sama pemerintah dan warga sebuah negara. Jika keduanya bahu-membahu, pandemi bisa dihentikan. "Turun atau tidaknya pertumbuhan kasus virus corona ada di tangan kita. Itu urusan semua orang dan kita harus ikut berkontribusi mengendalikan pandemi Corona," ujar Tedros. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya